oleh

Kasus Dugaan Pungli Prona 2017 Desa Trebungan Tak Ada Kejelasan

Mediajatim.com, Situbondo – Pengaduan adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam Program Nasional Agraria (Prona) Tahun 2017 Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, yang dilaporkan oleh 26 warga yang mengatasnamakan Tim Penyelamat Desa Trebungan.

Pengaduan dugaan pungli dalam program pendaftaran Sertifikat Tanah di Desa Trebungan ini telah dilayangkan ke Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Situbondo pada bulan November 2019 lalu. Menurut penjelasan Direktur LSM Peka Indonesia Yudis Karno, dalam pelaksanaan Prona 2017 itu, warga dipungut biaya yang variannya tidak sama, mulai dari Rp600 ribu hingga jutaan rupiah.

“Benar, saya yang mendampingi masyarakat dalam melakukan pengaduan adanya dugaan pungutan liar di Desa Trebungan Kecamatan Mangaran. Karena berdasarkan pengakuan warga, mereka dipungut uang yang bervarian, nominalnya antara 600 ribu hingga jutaan Rupiah,” kata Yudis Karno, Senin (15/6/2020).

Baca Juga:  Corona Menyebar, Lira Bersama Kades Besuki Bagikan Masker dan Alat Cuci Tangan

Namun hingga saat ini, tambahnya, tindak lanjut dari pihak Aparat Penegak Hukum atas pengaduan dugaan pungli tersebut bisa disebut nihil. Karena belum ada petunjuk apapun dari pihak Kepolisian terkait.

“Sampai saat ini belum ada petunjuk ataupun tindak lanjut dari pihak Mapolres kepada kami, bahkan warga banyak yang menanyakan perihal kejelasan kasus ini,” lanjutnya.

Ia berharap pihak Kepolisian bisa secepatnya menindaklanjuti pengaduan tersebut. Disamping banyak merugikan Warga dan tidak sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat untuk biaya Prona, ditambah lagi pengaduan ini sudah terbilang cukup lama, melebihi setengah tahun.

Baca Juga:  Persebaya Menang Besar di Kandang Lawan

“Saya berharap APH secepatnya menindaklanjuti selain Warga banyak yang dirugikan ditambah sudah cukup lama pengaduan dugaan pungli ini diadukan.

Harapan yang paling utama juga, oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ini mendapatkan hukuman, karena apa yang mereka lakukan bisa dikategorikan sangat merugikan warga, khususnya masyarakat Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran,” harapnya.

Reporter: Frengky

Redaktur: Zul