oleh

Memaknai Covid-19 Sebagai Suatu Anugerah

MediaJatim.com, Pamekasan – Buang jauh-jauh dari pikiran kita bahwa Covid-19 ini menjadi penghambat. Kita harus mulai berdamai dengan keadaan dan mengambil nilai positif dari mewabahnya virus Corona serta bisa memaknai sebagai suatu anugerah.

Demikian yang disampaikan Wakil Ketua Bidang Keorganisasian Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur Siti Rizqiyatul Maulidiyah saat mengisi Ngaji Organisasi Online dengan tema “Kaum Rebahan Membawa Perubahan di Masa New Normal” yang diselenggarakan oleh PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Sabtu malam (27/6/2020).

“Maknai momen kita rebahan di rumah kali ini untuk menggali potensi diri dan melakukan hal yang sudah lama ingin dilakukan tapi sejauh ini masih terhalang waktu dan kesempatan,” kata Siti Rizqiyatul Maulidiyah.

Baca Juga:  Bupati Bangkalan Salurkan Sembako pada Tukang Becak dan Pedagang Pasar

Semua perubahan itu berawal dari diri sendiri. Sehingga menurut alumnus Universitas Wiranegara Pasuruan itu, perubahan membutuhkan gerak atau tindakan yang konkrit dan membiasakan diri keluar dari zona nyaman. Jangan jadikan rasa malas dan sering menunda-nunda pekerjaan menggerogoti kita, sebab akhirnya akan semakin memperlama proses menuju hasil yang sudah lama kita impikan.

“Awali perubahan itu dari kita sendiri. Jangan suka menunda-nunda pekerjaan karena justru itu bagian dari penghambat dari proses menggapai impian,” tegas perempuan kelahiran Pasuruan tersebut.

Niat awal, cara pandang dan pola berpikir juga menjadi penentu dalam setiap proses yang kita lakukan. Jika niat dan tekad awal sudah bulat, maka perjuangan akan terasa ringan serta perubahan yang kita inginkan akan segera dirasakan.

Baca Juga:  BAZNAS Jember Lepas Tim Riset untuk Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Binaan SDGs

“Bila niat baik dan tekad kita sudah bulat, yang namanya perubahan itu akan tercipta meski dalam kondisi seperti sekarang ini (pandemi Covid-19, red),” tambahnya.

Dalam masa pandemi Covid-19, Ia berharap pelajar Nahdlatul Ulama (NU) tetap mampu membawa perubahan untuk diri sendirinya terlebih dahulu, dengan fokus terhadap niat awal, tidak malas belajar dan menggali hal-hal baru, mampu mengendalikan ego, serta konsisten dalam berproses.

“Insya Alllah, bila empat karakter itu sudah dimiliki, perubahan akan tercipta sendiri,” tukas mantan Ketua PC IPPNU Bangil tersebut.

Reporter: Bahrul Rosi

Redaktur: Sulaiman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *