oleh

Kiai Hafidi: Apa yang Dicapai Pesantren IBU Berkat Pertolongan Allah

MediaJatim.com, Jember-Tidak gampang untuk memulai dan menyudahi kegiatan belajar mengajar di sebuah lembaga pendidikan. Sebab mengurus dan mendidik anak bukan hal yang mudah, apalagi di masa Corona seperti ini. Tapi lembaga formal di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum (IBU), Pakusari, Jember, Jawa Timur, mampu melakukannya dengan baik.

“Itulah yang harus kita syukuri. Alhamdulillah, Yayasan Pendidikan IBU, saat ini sudah siap menyongsong tahun ajaran baru,” ujar Pengasuh Pesantren IBU, KH Muhammad Hafidi di kediamannya, Rabu (1/7/2020).

Bentuk syukur tersebut diwujudkan dengan menyembelih seekor sapi di kompleks pesantren IBU, Rabu (1/7) pagi. Daging sapi tersebut dibagikan kepada fakir miskin di sekitar pesanten untuk berbagi rasa dan berbagi kegembiraan. Lebih dari itu, diharapkan keluar dari lubuk hati mereka doa untuk kelangsungan hidup pesantren dan lembaga formalnya, yaitu MI, SMP, dan SMK.

Baca Juga:  Donor Darah Warnai HUT Persit di Pamekasan

“Saya yakin doa-doa mereka didengar dan dikabul oleh Allah. Dan saya yakin juga 1000 persen bahwa apa yang terjadi di pesantren IBU adalah berkat doa masyarakat dan santri. Ini benar-benar pertolongan Allah,” terang Kiai Hafidi.

Keyakinan Kiai Hafidi bukan tanpa alasan. Pesantren IBU berangkat dari nol. Tidak punya modal apa-apa selain hanya semangat dan keinginan yang besar dari Kiai Hafidi untuk membantu pendidikan masyarakat di sekitarnya yang tidak mampu. Namun dengan pengelolaan yang baik dan dilandasi semangat pantang menyerah, Pesantren IBU menjelma sebagai lembaga yang laik dibanggakan. Perkembangannya cukup fenomenal.

Baca Juga:  Pemerintah Serius terhadap Pentingnya Nasib Petani

Santri dan murid pesantren IBU saat ini mencapai lebih kurang 4000 orang. Fasilitas sekolah juga cukup memadai. Bahkan di situ juga terdapat ruang sekolah terapung. Mereka tidak hanya tidak dipungut biaya, tapi juga dilayani antar jemput dengan bus sekolah. Pesantren IBU mempunyai 12 bus yang setiap hari lalu lalang untuk melayani transportasi murid. Sudah gratis, masih diantar-jemput lagi. Suhanallah!

“Inilah karunia Allah,” pungkas Kiai Hafidi.

Reporter: Aryudi A Razaq

Redaktur: Sulaiman