oleh

IAIN Jember Pimpin Gerakan Filantropi di Tempurejo

MediaJatim.com, Jember – Munculnya Covid-19 benar-benar menjadi mimpi buruk bagi banyak negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Virus yang berasal dari China itu tidak hanya mencabut ribuan nyawa manusia tapi juga memporak-porandakan tatanan ekonomi dunia.

“Jangan lupa korban Corona tidak hanya jiwa, tapi masyarakat juga menderita karena terdampak (ekonomi) virus tersebut,” ujar l Rektor IAIN Jember, H Babun Suharto di sela-sela gerakan filantropi berupa pembagian sembako di Pesantren Raudlatul Ulum, Dusun Krajan 1, Desa Curahtaker, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Ahad (26/7/2020).

Menurutnya, justru yang cukup menyayat hati adalah korban terdampak ekonomi Covid-19. Begitu banyak warga yang kehilangan pekerjaan akibat terdampak Covid-19.

Baca Juga:  LAWAN Institute Tuntut Kapolres Pamekasan Pecat Oknum Polisi yang Arogan dan Brutal

“Mereka menjerit tapi tidak tahu harus berbuat apa,” jelasnya.

Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tingi Kaagamaan Islam Negeri (PTKIN) itu lalu mengutip pernyataan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti bahwa hampir semua negara pada tahun ini bakal mengalami resesi ekonomi, termasuk Indonesia. Beberapa lembaga internasional bahkan sudah memprediksi bahwa ekonomi global akan terkontraksi pada kisaran 5 persen sampai 8 persen.

Resesi terjadi akibat adanya kekhawatiran gelombang kedua (second wave) pada kasus penularan Covid-19. Di samping itu tingginya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta tensi politik domestik dan social unrest di AS juga menjadi bagian dari pemicu resesi.

Baca Juga:  Wabup Raja'e: Santri Harus Jadi Lokus Penggerak Pembangunan

“Karena itu saya mengajak berbagai elemen masyarakat, terutama Baznas, MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Jember, Lazismu, Ormas, dan Kemenag untuk melakukan gerakan filantropi di pedesaan,” terangnya.

H Babun menyerukan pada seluruh Pimpinan Perguruan Tingi Kaagamaan Islam Negeri se-Indonesia untuk selalu melakukan karya nyata di tengah-tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan dan praktik ekonomi dengan menggunakan pijakan ekonomi syariah yang anti riba dan bebas renternir.

“Kita harus berani memulai bertransaksi sesuai pijakan syariah,” pungkasnya.

Dalam acara acara tersebut, sejumlah lembaga juga turut berpartisipasi dalam membagikan sembako, yaitu MES Jember, Baznas, Lazismu, dan Kemenag Jember.

Reporter: Aryudi A Razaq

Redaktur: A6