oleh

Moh. Zayyadi, Akademisi Muda yang Ciptakan Buku tentang Budaya dan Matematika

MediaJatim.com, Pamekasan – Indonesia adalah bangsa yang besar, memiliki aneka ragam budaya, suku, agama dan ras dari berbagai daerah yang berbeda-beda. Keragaman ini merupakan aset bangsa yang harus dilestarikan.

Itulah yang menjadi gagasan dasar Akademisi Muda asal Pamekasan, Madura, Moh Zayyadi menciptakan buku Etnomatematika Budaya Madura. Apalagi di era teknologi yang berkembang pesat seperti sekarang, ancaman yang berpotensi mengikis identitas bangsa semakin kuat.

“Banyak budaya luar yang leluasa masuk ke Indonesia melalui perkembangan teknologi ini. Dan budaya itu seringkali bertabrakan dengan budaya kita sendiri,” kata Moh. Zayyadi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/7).

Dijelaskan, budaya dan pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Untuk mampu mengkaji maupun melestarikan perlu SDM yang berkualitas dan berkemajuan.

“Nah, di sini sangat diperlukan sumber daya manusia yang cerdas dan maju. Kualitas SDM ini dapat diperoleh melalui dunia pendidikan. Makanya, budaya dan pendidikan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tergantung dari sudut mana kita mengkaji sesuai dengan disiplin ilmu yang kita miliki,” papar dosen muda di Universitas Madura tersebut.

Baca Juga:  Rutan Situbondo Bebaskan 13 Napi Karena Corona

Melalui Etnomatematika Budaya Madura ini pula, pria yang pernah lama mengenyam pendidikan di Pesantren Roudhotul Mustarsyidiin itu berharap, generasi muda dapat mengetahui budaya warisan leluhur yang seharusnya dilestarikan di tengah pemahaman tentang budaya sendiri yang mulai digeser oleh perkembangan teknologi. Contoh kecilnya, adanya teknologi gadget, budaya sendiri mulai ditinggalkan, seperti permainan tradisional. Padahal disitu banyak mengandung pengetahuan, salah satunya Matematika.

“Jangan sampai generasi penerus krisis identitas, akibat tidak mengenal budaya sendiri,” tegas Founder Madura Youth Foundation itu.

“Nilai budaya harus tetap kita jaga. Buku Entomatematika Budaya Madura merupakan bagian dari ikhtiar menjaga budaya warisan leluhur,” lanjut pria yang dikenal sebagai aktivis Peduli Pendidikan.

Baca Juga:  Kenal di Facebook, Gadis 13 Tahun Asal Kepundungan Ini Diancam Lalu Diperkosa

Dalam buku yang ia tulis ini, Wakil Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan itu memaparkan beberapa budaya-budaya Madura yang di dalamnya terkandung dengan ilmu Matematika. Tujuannya, untuk mengubah paradigma sulitnya pelajaran Matematika yang sejauh ini dianut oleh hampir seluruh pelajar kita. Bahkan kecendrungan ilmu Matematika dimusuhi.

“Selain mengenalkan budaya kepada anak-anak kita, juga diharapkan mampu mengubah mindset mereka bahwa Matematika adalah pelajaran yang sulit. Padahal sebenarnya Matematika adalah ilmu pengetahuan dasar yang hampir diterapkan dalam seluruh lini kehidupan manusia,” tegas Alumnus Doktoral Matematika Universitas Negeri Malang (UM) tersebut.

Reporter: Zul

Redaktur: A6

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *