oleh

Gandeng Mahasiswa KKN, Musholla Kampung di Gresik Launching Perpustakaan dan Diskusi Literasi

MediaJatim.com, Gresik – “Bagaimana cara generasi desa tetap istiqomah ngajinya dan mencintai buku-buku?” Pertanyaan tersebut yang menjadi kekuatan dan bekal seorang takmir Musholla Sabillurrohmat, Cangaan, Ujungpangkah, Gresik.

Cita-cita yang sudah lama dimimpikan akhirnya tergenggam juga. Bersama peserta KKN UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta H Nasihun dan jamaah Musholla Sabillurrohmat, Selasa (18/8/2020), meresmikan perpustakaan dan diskusi literasi tentang konspirasi elit global.

Acara yang dibuka oleh lantunan grup Banjari Birahmatillah Gresik dan dihadiri oleh kepala Desa Cangaan dan tokoh masyarakat, sama-sama bersinergi mendukung hal baik ini. Sebab hal mendasar pengetahuan adalah berakar dari guru dan buku-buku.

Jam’ul Khoir, Koordinator KKN UIN Sunan Kalijaga menjelaskan, jarang dan luar biasa sebuah musholla berdekatan dengan buku-buku. Menurutnya sangat bangga bisa membantu berdirinya perpustakaan dan mengawali kegiatan diskusi pada malam itu.

Baca Juga:  Kader PMII IAIN Madura Raih Juara 1 Lomba Esai Nasional

“Kenapa tidak bagi kita, niatan baik yang jarang ada ini. Musholla Kampung yang ingin menghiasi dinding dengan buku-buku. Tapi yang saya lebih heran, beliau (H Nasihun) ingin buku yang di perpustakaan itu harus dibedah atau dikaji,” jelas Jam’ul Khoir.

Setelah acara launcing “Sanggar Belajar Ngangsuh Kaweruh” diresmikan, acara dilanjut dengan diskusi. Dalam diskusi tersebut melibatkan H Nasihun dan Shafif Kafi Assamikh sebagai pembicara, serta Azza Lailatul Maulidiyah sebagai moderator.

Diskusi yang engambil tema “Konspirasi” melibatkan buku “THE CODEK Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita” karya Rizki Ridyasmara, dan buku “Codex Magica: Tanda Rahasia, Simbol Misterius dan Kode Tersembunyi Illuminati” karya Texe Marrs, dengan menggunakan pendekatan buku “Politik Kuasai Media” karya Noam Chomsky.

Baca Juga:  Muhaimin Siapkan Konsep Optimalisasi Pertanian

Setelah penyampaian materi dan tanya jawab selesai, H Nasihun memberikan pesan bahwa perpustakaan tersebut bukan miliknya, melainkan milik kita semua. Yang tentunya harus kita jaga, baca, dan diskusikan bersama.

“Anak-anak yang ngaji di sini, terutama adek-adeknya biar semangat membaca mari kita fasilitasi bersama, ini bukan milik saya tapi milik kita semua. Tentu harus menjaga, membacanya, dan yang lebih penting mengkajinya. Jadi di Musholla ini tidak hanya jamaah lima waktu dan ngaji saja, literasi juga kita harus jaga, sebagai tambahan pengetahuan agama,” kata Takmir Musholla Sabillurrohmat, yang juga seorang pengajar itu.

Reporter: Ist

Redaktur: Zul