oleh

GP Ansor Pamekasan: Sterilkan CPNS dari Paham Radikalisme!

MEDIAJATIM.COM, Pamekasan – Ketua PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan, Syafiuddin, mengaku tidak terkejut atas temuan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, baru-baru ini. Yakni, terkait merebaknya oknum PNS yang terpapar paham berbahaya radikalisme.

“Tidak terkejut karena GP Ansor sudah lama mengendusnya. Karena itu, benih-benihnya harus dibendung sedini mungkin. Jangan sampai kian banyak dan mengakar di lingkungan pemerintahan,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan itu menegaskan, benih-benih radikalisme berasal dari proses rekruitmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Saat ini, di Kabupaten Pamekasan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan jatah CPNS.

Baca Juga:  Apresiasi Batik Pamekasan, Ketua Dewan Kesenian Jatim Datangi Pengrajin

“Siapa pun yang sudah terindikasi berpaham radikal dan ia tercatat sebagai CPNS, jangan sampai diloloskan. Itu akan menjadi bom waktu, dapat merongrong keutuhan NKRI,” tegasnya.

Diungkapkan, berdasarkan temuan Menag RI, cara paham radikal masuk ialah lewat orang yang berpenampilan baik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang bagus. Si anak ‘good looking’ ini, berupaya keras menarik simpati masyarakat.

“Ketika sudah mendapat simpati masyarakat, ia sudah menjadi ancaman nyata. Sebab, bisa menyebarluaskan paham radikal yang mendapat dukungan masyarakat,” tegas Syafiuddin.

Baca Juga:  Wabup Bondowoso Minta Dana CSR Dialokasikan untuk RTLH

Alumnus Universitas Islam Madura (UIM) itu menaruh harap agar CPNS tahun ini betul-betul steril dari paparan paham radikalisme. Jika ada oknum CPNs yang lolos, ia akan menjadi benalu dalam pemerintahan ini.

“Mari kita awasi bersama proses rekruitmen CPNS tahun ini. Jangan sampai negara dan masyarakat kecolongan,” tandasnya.

Reporter: A6

Redaktur: Zul