oleh

Berbasis Komunitas, Cara Gugus Tugas Pacitan Tumbuhkan Kepatuhan Protokol Kesehatan

MEDIAJATIM.COM, Pacitan – Tekan penyebaran pandemi Covid 19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus desease 2019 (Covid-19) Pacitan, Jawa Timur menerjunkan Tim Penegak Disiplin Protokol Kesehatan berbasis komunitas. Mereka terdiri dari komunitas pasar, terminal, sentra alun-alun, perkantoran, tempat wisata serta pondok pesantren.

Adapun penegakan disiplin yang dijalankan, tentu berbeda dengan tim penegak hukum yang memiliki kewenangan memberi sanksi kepada pelanggar. Mereka (komunitas), lebih kepada tindakan persuasif atau dengan cara memberikan edukasi dan saling mengingatkan jika ada anggota maupun para pelanggar yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Baca Juga:  Mengaku Berpangkat Letkol, TNI Gadungan Ini Ditangkap di Bondowoso

“Pemkab Pacitan mengucapkan terimakasih atas kerjasama semuan elemen tim komunitas, dalam penangganan dan penanggulangan penyebaran Covid 19 di Pacitan. Semua ini butuh kerjasama, jika covid hilang maka ekonomi berjalan dan kesejahteraan akan tercapai,” ujar Indartato, Bupati Pacitan, saat gelar apel pelepasan Tim Penegak Disiplin Protokol Kesehatan berbasis komunitas, di Halaman Pendopo Kabupaten, Rabu (9/9/2020).

Untuk itu, lanjut Indartato, melalui pendekatan ini diharapkan masyarakat akan semakin sadar dalam menjalankan dan menerapkan anjuran pemerintah tersebut, meski tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan terutama memakai masker, saat ini sudah cukup baik.

Baca Juga:  Gugus Tugas Covid-19 Pacitan Turun Jalan, Bagi Masker dan Sosialisasikan Protokol Kesehatan

“Penerapan disiplin protokol kesehatan oleh komunitas ini dalam rangka menuju adaptasi kebiasaan baru (AKB). Tidak hanya komunitas, kita juga menggerakkan Tim Pengerak PKK untuk terlibat memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Pacitan, saat ini jumlah total pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 93 orang, sembuh 82 orang, meninggal 2 orang dan yang masih menjalani perawatan 9 orang.

Reporter: Sigit

Redaktur: Aryudi AR