oleh

Enam Meninggal, Tujuh Desa di Sumenep Lockdown

MEDIAJATIM.COM, Sumenep – Tujuh desa di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, lockdown. Senin (21/9/2020).

Tujuh desa yakni Saroka, Kebun Dadap Barat, Kebun Dadap Timur, Tanah Merah, Tanjung, Langsar dan Pagar Batu.

“Lockdown hari ini, menindaklanjuti hasil rapat dengan Forpimka dan masyarakat Saronggi, Sabtu lalu,” terang Edy Rasiyadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep.

Ini juga menindaklanjuti, lanjut Edy, banyaknya korban yang meninggal di Kecamatan Saronggi dengan jarak waktu yang terbilang singkat.

“Hanya sekitar 20-25 hari, 6 warga meninggal disana (Saronggi),” jelas Edy.

Baca Juga:  Nasir Abbas: HTI Ingin Menegakkan Negara Islam dan Bersinggungan Dengan NKRI

Terhitung sejak hari ini hingga 14 hari ke depan, TNI dan Polri serta didukung masyarakat, akan melakukan penyekatan di dua pintu masuk utama menuju tujuh desa tersebut. Diantaranya Desa Tanah Merah dan Desa Pagar Batu.

Di samping itu, pemerintah akan melakukan isolasi dengan mengaktifkan kembali program kampung tangguh yang ada di kecamatan setempat.

Seorang warga menduga, mayoritas masyarakat di Kecamatan Saronggi belum mengetahui bahwa tujuh desa lockdown.

“Saya sendiri tidak tahu (ada sosialisasi), hanya tahu lewat WhatsApp,” ucap Warninda, warga sekitar.

Baca Juga:  Yusda Sari dan Edi Prastio Dinobatkan Sebagai Ketua Umum dan Sekjen Satria Kita Pancasila

Dirinya juga mengaku terkejut karena sampai saat ini belum ada sosialisasi. Kemungkinan sosialisasi di tingkat desa dilakukan oleh kepala desa masing-masing.

“Kalau soal kepatuhan memakai masker, sudah dulu kayaknya. Khususnya warga Kecamatan Saronggi,” tukasnya.

Di Kabupaten Sumenep, sebanyak 22 warga meninggal dan 349 terkonfirmasi positif Covid-19.

Reporter: NK

Redaktur: Sulaiman