oleh

Dialog Akal Sehat: Upaya Menjadi Muslim yang Kaffah Perspektif NDP HMI

MEDIAJATIM.COM | Bangkalan – Forum Kajian Insan Cita (FKIC) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan menggelar Dialog Akal Sehat dengan tajuk Upaya Menjadi Muslim yang Kaffah Perspektif NDP HMI yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Pondok Pesantren Darussholah Pusat An-Nawawiyah, Senin (28/9/2020).

Kajian yang bersifat umum sekaligus sebagai rutinitas Kader HMI STIUDA tersebut, turut dihadiri oleh beberapa Kader dari Organisasi Ekstra (ORMEK) yang berbeda, diantaranya kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Acara yang dimulai pada 09.30 WIB tersebut berjalan dengan khidmat, ditandai dengan antusias peserta kajian yang hadir berkisar lebih dari 80 orang.

Baca Juga:  GP Ansor Sumenep Tolak FDS, Banser Siap Mengawal

Dalam sambutannya, Baharuddin selaku koordinator kajian mengucapkan terimakasih atas antusias segenap kader juga simpatisan yang berkenan menghadiri kajian tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang tetap memiliki semangat juang untuk meningkatkan pengetahuan,” kata Baharuddin.

Pada dialog tersebut, panitia mengundang Moh. Ali Wafa, Formatur/Ketua Umum Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Pamekasan sebagai pemateri.

Dalam awal penyampaiannya, Moh. Ali Wafa panjang lebar menjelaskan tentang Lafad Fi al Silmi Kaffah. Ia menegaskan bahwa umat Islam haruslah Kaffah dalam menjalankan tuntunan Syariat.

“Islam itu ibarat wadah, dan kita harus masuk kepada Islam itu bukan setengah-setengah, tetapi menyelaminya,” jelasnya.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19 , HMI STKIP PGRI Sumenep Tetap Giat Solidkan Kader

Jebolah LK 2 HMI Cabang Tuban itu juga menambahkan, terpenting dalam Islam adalah value atau nilai yang ditampakkan seorang muslim harus berdasarkan Islam.

Kemudian, ia menjelaskan secara global tentang NDP I, II dan III HMI tentang Dasar-dasar Kepercayaan, Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan, Kemerdekaan Manusia dan Keharusan Universal sebagai bagian jembatan pengaplikasian Muslim yang Kaffah.

“Untuk menjadi muslim yang kaffah secara absolut adalah dengan tetap berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Hadis, sebagaimana kedua hal tersebut merupakan landasan utama ideologi HMI sebagai jalan keselamatan,” tandasnya.

Reporter: Abd. Hakim

Redaktur: Zul