Kekerasan Terhadap Wartawan Terjadi Saat Penutupan Wisata Bukit Bintang

MEDIAJATIM.COM | Pamekasan – Senin (5/10) pagi sekitar pukul 07.00 WIB massa berkumpul di pertigaan Palduding, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, untuk menutup paksa obyek wisata Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Palengaan.

Unjuk rasa penutupan paksa dijaga sejumlah aparat Polsek Palengaan dan Koramil setempat.

DLH Pamekasan

Massa bergerak ke lokasi obyek wisata dan melakukan penutupan paksa. Sebagian massa membakar dua fasilitas obyek wisata .

Kawan Fahrur Rosi (Rosi) koresponden Indosiar, berupaya mengambil gambar dengan mengambil posisi di bagian bawah agar baliho nama obyek wisata terekam sebagai latar belakang gambar. Di tempat kawan Rosi mengambil gambar, sepi karena massa terkonsentrasi di bagian utama lokasi wisata.

Baca Juga:  Long Distance Romantic relationship Gifts

Tiba-tiba, seorang yang mengaku bagian dari pengunjuk rasa mendekati kawan Fahrur Rosi dan membentak sambil berusaha merampas kamera.

Kawan Rosi menjelaskan bahwa dirinya adalah wartawan yang sedang bertugas. Tapi penjelasan itu tidak dihiraukan dan tangannya ditarik kasar untuk merampas kameranya. Beberapa orang, sekitar lima oramg, juga datang dan berupaya menarik tangan dan baju Fahrur Rosi. Bahkan ada yang menjambak rambutnya dari belakang serta memukul lehernya.

Dua orang anggota Polsek dan Koramil berusaha mengamankan Rosi, tapi kelima orang pengunjuk rasa tetap berusaha merampas kamera dan menendang bagian perutnya. Sejumlah jurnalis dan petugas keamanan mengamankan Rosi ke sebuah tempat yang aman.

Baca Juga:  MWC NU Pasean Sambut Isra' Mi'raj dengan Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis

Seorang pengunjuk rasa mendekati dan meminta kartu pers Rosi, tapi tidak dipenuhi karena kawatir kartu pers tersebut dirampas.

Reporter: Gafur

Redaktur: Zul