Iklan Stop Rokok Ilegal Sumenep

Aksi Sosial H. Hendy, dari Takjil dan Haji Gratis hingga Membangun 1.011 Masjid

  • Bagikan
H. Hendy bersama Handoko saat peresmian Warung Makan Gratis Duafa di halaman Masjid Roudhotul Muchlisin, Jember. (Foto: Aryudi/MJ)

MEDIAJATIM.COM | Jember – Kedekatan H. Hendy Siswanto dengan para kIai dan ulama tidak terjadi tiba-tiba. Bahkan sejak kurang lebih dua puluh tiga tahun silam, saat merintis karir birokrasi, H Hendy, sapaan akrabnya, kerap melakukan aksi sosial keagamaan dengan memakmurkan masjid dan pesantren. Tidak hanya di Jember, tapi juga di tiap-tiap kota yang menjadi wilayah tugasnya. Dan dari situlah, hubungan H Hendy dengan para kiai, terajut.

Roudhotul Muchlisin, masjid agung nan megah yang berada di jantung kota Jember adalah satu dari seribu lebih masjid yang dibangun dan direnovasi oleh H. Hendy. Tepatnya 1011 masjid. Masjid-masjid itu tersebar di berbagai kota di Jawa dan luar Jawa. Selain itu, kegiatan berbagi makanan dan takjil berbuka puasa setiap Ramadan tiba adalah hal yang rutin dilakukan H. Hendy.

Stop Rokok Ilegal Sumenep

“Wajar dan lumrah jika hubungan Haji Hendy dengan para kiai, sangat dekat. Banyak sekali masjid dan pesantren yang selama ini dimakmurkan olehnya, bahkan jauh sebelum ada soal-soal Pilkada,” kata Handoko, pengusaha pemilik Group Cefila, saat meresmikan pembukaan Warung Gratis Duafa di Jember, Senin (2/11/2020).

Baca Juga:  Gus Mamak: Paslon Hendy-Gus Firjaun Diyakini Bawa Perubahan

Menurutnya, H. Hendy sering sekali mengajak para pengusaha dan orang-orang yang punya rejeki lebih untuk ikut melakukan kegiatan sosial. Pesannya jelas agar peduli kepada sesama dan memakmurkan masjid.

“Terus-terang saya juga terinspirasi Hendy Siswanto dalam melakukan kegiatan sosial,” lanjutnya.

Warung tersebut didirikan atas kerjasama H. Hendy dan Handoko. Itu gratis bagi kaum Duafa, sedangkan bagi masyarakat umum, disilakan bayar seikhlasnya. Lokasi warung tersebut terletak tidak jauh dari pasar Sabtuan, Tegalbesar, Jember.

Senada dengan Handoko, Ustadz Saifullah Hudi, seorang guru ngaji sekaligus penceramah ini, mengatakan tidak pernah menyangka tahun 2018 kemarin bisa menunaikan ibadah haji yang seluruh biayanya ditanggung oleh H. Hendy.

“Ada sembilan orang guru ngaji dan dai yang diberangkatkan ke tanah suci untuk ibadah haji oleh Haji Hendy saat itu,” kenang Ustad Hudi, sapaan akrabnya.

Untuk kegiatan memberangkatkan orang berhaji atau umroh ini, hampir setiap tahun H. Hendy rutin melakukannya. Ada ratusan orang yang mendapat kesempatan diberangkatkan haji dan umroh oleh yang bersangkutan, termasuk para karyawan dan pegawai perusahaan yang dikelolanya.

Baca Juga:  Ifan: Al-Qur’an Harus Diperkenalkan Sejak Dini

Tatang, mantan karyawan yang banyak ikut H. Hendy di Semarang, ikut mendapat kesempatan umroh sebagai penghargaan atas dedikasinya. Menurutnya, H. Hendy adalah sosok pemimpin yang sangat apresiatif. Atensi dan sikap baiknya kepada karyawan dan pegawainya jadi salah satu alasan H. Hendy begitu dihormati dan disegani oleh orang-orang di sekitarnya.

“Bapak (Hendy Siswanto, red.) itu orang yang punya kepekaan sosial yang tinggi. Untuk urusan agama apalagi. Tak pernah sekalipun beliau meninggalkan shalat meskipun kesibukannya begitu padat,” ungkap Tatang.

Melihat peran sosial H. Hendy yang sudah berlangsung selama puluhan tahun ini, banyak kalangan menilai dia bakal dapat mengentaskan kemiskinan dengan metode gerakan sosial dan program terapan yang akan membawa Jember menjadi lebih baik. Seperti yang selalu disampaikannya secara berulang-ulang “Hak Rakyat Jember harus dikembalikan!”.

Reporter: Aryudi A Razaq

Redaktur: Sulaiman

Stop Rokok Ilegal
  • Bagikan
WhatsApp chat