Pesantren Sabilul Ihsan Peringati Kelahiran Nabi Muhammad SAW

MEDIAJATIM.COM | Pamekasan – Pondok Pesantren Sabilul Ihsan Sukses memperingati Maulid Nabi Muhammad yang bertempat di Kompleks Pondok Pesantren Sabilul Ihsan, Jalan Raya Jalmak No. 150, Teja Timur, Ahad (08/11/2020).

Peringatan maulid nabi tersebut diselenggarakan sekaligus denhan Wisuda Tahfidz dengan mendatangkan penceramah kondang Pengasuh Pesantren Matsaratul Huda Panempan Kiai Kholilurrahman.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pengasuh Pesantren Sabilul Ihsan KH A Hamid Mannan, Pengasuh Pesantren Al Qodiri KH. Jalaluddin, Pembina Yayasan Alhaffar Konang Galis, Drs. KR. Moh Hafidz Ms A, S.IPi, Ach gusriyadi, Kepala Desa Jalmak Ach Gusriyadi, Kepala Desa Teja Timur Kiai Alimuddin, Remas, IHM dan warga setempat.

Baca Juga:  Solidaritas Merah Putih Akan Buat Tugu Merah Putih di 34 Provinsi se-Indonesia

Pengasuh Pesantren Sabilul Ihsan Kiai A Hamid Mannan mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan Maulid Nabi tersebut sebagai bentuk kecintaan pesantren kepada Nabi.

“Peringatan Maulid Nabi di sini sebagai bentuk peran pesantren dalam merefleksikan Maulid Nabi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kiai Mannan, sapaan akrabnya, berharap, melalui dzikro Maulid Nabi ini bisa meraih syafaat kanjeng Nabi Muhammad SAW.

“Semoga bisa mendapatkan syafaat, dan pesantren ini semakin maju ke depannya,” harapnya.

Sementara Kiai Kholilurrahman saat memberikan ceramah menyebutkan, kegiatan Maulid akan membawa hidup seseorang akan tenang.

Baca Juga:  Komitmen Pemkab Pamekasan Entaskan Angka Stunting

“Berkat shalawat, hidup seseorang akan menjadi tenang, akan subur dan baik,” jelas penceramah yang biasa dipanggil Kiai Kholil tersebut.

Tak luput, Kiai Kholil juga memaparkan keistimewaan Nabi Muhammad SAW, bahwa Nabi Musa AS saja pernah iri dan menginginkan bisa menjadi umat Rasulullah.

“Bahkan Nabi Musa pernah iri dan ingin sekali menjadi umat Rasulullah saking istimewanya,” imbuhnya.

Serta pihaknya berharap, kita bisa meneladani perilaku Rasulullah dan kelak bisa mendapatkan syafaatnya.

“Semoga kita diakui umat Nabi, mendapat syafaat Nabi, dan bisa meneladani perilaku Nabi,” harapnya.

Reporter: Syarofi

Redaktur: Zul

WhatsApp chat