oleh

Faida Tegang Jawab Siapa yang Bertanggungjawab atas Bobroknya Sistem Pemerintahan di Jember

MEDIAJATIM.COM | Jember – Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Jember Tahap I, Ahad (15/11/2020) malam berlangsung cukup seru. Sejumlah pertanyaan ‘mematikan’ saling dilontarkan untuk membungkam lawan. Namun sebuah pertanyaan sederhana dari salah satu pasangan calon justru membuat pasangan incumbent Faida-Vian, tersentak. Pertanyaan tersebut adalah: siapa yang harus bertanggungjawab atas besarnya jumlah Silpa dan karut-marutnya SOTK di Kabupaten Jember.

Pertanyaan tersebut membuat Faida tampak tegang, karena mungkin ia menyebut namanya sendiri. Pertanyaan yang dijawab dengan ekspresi kesal ini seolah menjadi bukti bahwa kepemimpinannya selama 5 tahun ke belakang ini memang tidak baik. Ia berargumen dengan narasi ngawur bahwa disclaimer BPK adalah opini yang bisa dilihat dari sisi administrasi dan integrasi. Padahal siapapun tahu bahwa penilaian dari lembaga negara itu bukan opini tapi pernyataan resmi berdasarkan fakta temuan di lapangan.

Baca Juga:  Ada Kutukan di Pilbup Sumenep (?)

Sementara dari awal sampai akhir, Faida dan Vian hanya berkutat pada stastistik yang mencoba dikomparasikan dengan statistik dari lembaga-lembaga resmi. Fakta tentang kuota CPNS yang tidak ada di Jember tahun ini justru dijawab dengan narasi angka akumulasi kepemimpinannya selama hampir 5 tahun.

Serapan APBD yang tidak optimal dijawab dengan alasan menyelamatkan uang rakyat. Kontradiktif dengan kondisi peningkatan PAD karena dua komponen itu selalu menjadi tolak ukur kesuksesan sebuah pemerintahan. Gagapnya Faida Vian menjawab dan menyangkal pertanyaan dalam debat hanya menjadi penegasan kegagapan pemerintahannya selama ini.

Baca Juga:  Penetapan Paslon Tanpa Kerumunan Massa, Optimis Pilkada Sukses

Reporter: Bob Suhermanto

Redaktur: Sulaiman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *