Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000

IAIN Madura Gelar Seminar Nasional Daring Visi Moderasi Beragama di Tengah Kontestasi Gerakan Islam Kontemporer

Media Jatim

MEDIAJATIM.COM | Pamekasan – Sebagai bentuk respons terhadap dinamika pemikiran keagamaan yang berkembang belakangan ini, Rumah Moderasi Beragama IAIN Madura menyelenggarakan Seminar Nasional Daring dengan mengusung tema ‘Visi Moderasi Beragama di Tengah Kontestasi Gerakan Islam Kontemporer’, Selasa (17/11/2020).

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Seminar daring tersebut menghadirkan Prof. Dr. Suyitno, M.Ag (Direktur Diktis Kemenag RI), Aceng Abdul Azis, M.Pd (Ketua Pokja Moderasi Beragama Kemenag RI), dan Dr. Kholid Syeirazi, M.Si (Sekjen ISNU).

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

Menurut Ketua Rumah Moderasi Beragama IAIN Madura, Dr. Ah. Fawaid, Penyelenggaraan seminar ini didasarkan pada kenyataan bahwa moderasi beragama menjadi pilihan tepat di tengah “mengerasnya” pemikiran dan tindakan beragama umat Islam yang dipicu oleh dinamika politik global di satu sisi, dan dinamika politik nasional di sisi yang lain.

Sebagaimana ditegaskan Khalid Syeirazi, konsepsi moderatisme (wasathiyah) Islam, berdiri di tengah dua ekstremisme; ekstremisme liberal di satu sisi dan ekstremisme radikal-fundamentaslis di sisi yang lain.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

Menurutnya, ekstrem liberal mendesak agama ke ranah privat dan melarang tempat bagi agama di ruang publik. Di sini yang lain, ekstrem radikal bertolak dari asumsi bahwa Islam mengatur segalanya, termasuk tata negara, dengan petunjuk baku dan pasti. Dua kecenderungan ini tentu saja berbahaya bukan saja karena keduanya memiliki tingkat ektremitas yang tinggi, tetapi juga karena keduanya merasa benar pada dirinya masing-masing. Oleh karena itulah diperlukan visi dan nalar moderasi beragama.

Baca Juga:  Wisuda Akbar Tahfiz Al-Qur'an SD Plus Nurul Hikmah Berlangsung Haru, Para Hafiz Sungkem kepada Orang Tuanya

Visi moderasi beragama ini diharapkan, sebagaimana diungkapkan Aceng Abdul Azis, bisa mengedepankan keseimbangan dalam hal keyakinan, moral, dan watak sebagai ekspresi sikap keagaaman individu dan kelompok tertentu. Selain itu, dengan visi moderasi beragama, kita bisa seimbang dalam memahami ajaran agama. Sikap seimbang tersebut diekspresikan secara konsisten dalam memegangi prinsip ajaran agamanya dengan mengakui keberadaan pihak lain, bukan saling menyalahkan satu dengan lainnya.

Dijelaskan, visi dan nalar moderasi tersebut meniscayakan agar kehadiran kita, baik dalam ucapan maupun tindakan, bisa membuat orang lain aman, nyaman, dan tentram selaras dengan pesan profetik, yaitu: al-muslimūn man salima al-muslimūna bilisānih wa yadih (Orang Islam adalah mereka yang membuat lainnya nyaman, aman, dan selamat dari ucapan dan tindakannya).

Reporter: A6

Redaktur: Zul

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001