Dr. Malik: Provokasi Cinta Habaib yang Berlebihan Sangat Berbahaya

Dr. KH. A. Malik Madaniy, MA. (Foto: Ist)

MEDIAJATIM.COM | Pamekasan – Dr. KH. A. Malik Madaniy, MA menyesalkan perilaku para penteror ibunda Menkopolhukam Mahfud MD yang sudah sepuh.

Dosen senior UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, yang konsen pada tema-tema fatwa ini menegaskan, kedatangan sekelompok orang yang melampiaskan kebencian ke rumah ibunda Mahfud MD di Pamekasan merupakan fenomena baru bagi orang Madura. Sebab, selama ini Madura menjunjung tinggi nilai luhur untuk tidak melawan pemerintah yang sahm

Menurut Dr. Malik, dalam budaya luhur Madura, terdapat tiga pihak yang tidak boleh dilawan: kedua orang tua, guru/kiai, dan pemerintah (ratoh). Tapi, kali ini nilai luhur itu dilanggar, karena begitu kuatnya provokasi ajaran tentang cinta dan penghormatan kepada habaib yang melampaui batas, alias kebablasan.

“Seakan-akan mereka ma’shum (bebas dari dosa dan kesalahan). Padahal dalam ajaran Islam yang benar, hanya Rasulullah saw lah yang ma’shum. Anak keturunannya tidaklah ma’shum.

Baca Juga:  Relawan BeJo: Enak Aja Adian Napitupulu Minta Jatah Kursi Komisaris BUMN Sebanyak-banyaknya

“Sangat tepat apa yang diungkapkan oleh Al-Imam Hujjatul-Islam Abu Hamid Al-Ghazali: kullu maa jaawaza haddahu ‘aada ilaa dliddihi (segala sesuatu yang melampaui batas yang sehrusnya, akan kembali kepada kebalikannya),” ungkap Dr. Malik.

Dijelaskan, cinta kepada habaib secara proporsional akan membawa dampak yg produktif. Tetapi manakala cinta itu sudah di luar batas yg seharusnya, ia akan menjadi kontra produktif. Bahkan, cenderung destruktif (merusak).

“Semoga Allah SWT menyadarkan tan-taretan Madura khususnya dan umat Islam Indonesia pada umumnya untuk kembali kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya yang penuh rahmat dan kasih sayang,” tukasnya.

Baca Juga:  KONI Jember Belum Lakukan Puslatda, Target Bupati Bisa Kandas

Reporter: Imam Syafii

Redaktur: Sulaiman

WhatsApp chat