oleh

Dosen STEI MM Sumber Bungur Terlibat Forum Riset Daerah

MEDIAJATIM.COM | Dosen STEI MM Sumber Bungur Terlibat Forum Riset Daerah

Pamekasan – Muhamad Habibi Kudsi, Dosen Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Masyarakat Madani (STEI-MM) Sumber Bungur terlibat dalam forum riset daerah. Dia mengikuti forum Riset untuk Rakyat yang digagas Dewan Riset Daerah (DRD) Pamekasan, Kamis (3/12/2020) kemarin.

Hasil riset akademisi yang diamanahkan menjadi Ketua Prodi Ekonomi Syariah (ES) di kampus berbasis pesantren itu terbungkus dalam judul ‘Dana Desa, Partisipasi dan Upaya Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan’.

Habibi, sapaan akrabnya bercerita, keterlibatannya dalam forum itu bermula dari undangan secara daring oleh Dewan Riset Pamekasan. “Kegiatan itu bersama Bupati Pamekasan pengurus dan 15 perwakilan PT di Pamekasan, kemudian selang beberapa waktu mengadakan rapat koordinasi awal secara luring dikantor Bappeda Pamekasan,” tuturnya Kamis (3/12/2020) via Whatsapp.

Dalam pertemuan itu, jelasnya, ada beberapa hal penting yang disampaikan oleh ketua DRD, Kadarisman. Termasuk di dalamnya tema DRD yang ditawarkan ke sejumlah Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Pamekasan, temanya akan dikirim dan meminta seluruh anggota PT untuk mengirimkan hasil riset yang sudah dilakukan oleh PT yang nantinya akan diseleksi oleh Tim atau pengurus DRD yang terdiri dari 3 orang.

“Setelah itu mengadakan rapat Virtual kembali bersama Bapak Bupati Pamekasan dan Menteri Desa sebagai salah satu stimulus akan pentingnya DRD ini,” ujar Habibi kepada Media Jatim.

Baca Juga:  Gema Shalawat Rosulina An-Nasyiin Bersama Ahlul Qohwah

Setelah itu, tambahnya, dia mengirim naskah penelitian yang sudah dilakukan. Dia bersyukur karena hasil risetnya sesuai dengan tema atau topik poin 3 yaitu Desa Inovatif Mandiri dan Pemberdayaan Masyarakat. Dari total 52 judul riset yang masuk kami dari STEI-MM adalah satu dari 10 yang diminta presentasi di Pendopo Pamekasan.

Habibi bilang, acara itu dibuka dan dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan denhan disaksikan oleh Dinas, Camat se Kabupaten Pamekasan, stekholder di Kabupaten Pamekasan.

Menurutnya, acara itu menjadi harapan baru dan bukti nyata bagi kampus STEI-MM untuk berkontribusi secara langsung terhadap pembangunan di kabupaten Pamekasan.

Data yang didapat Media Jatim, terhitung 52 artikel hasil penelitian yang diterima dan diseleksi oleh Tim Asesment yang dibentuk DRD Pamekasan. Namun hanya 10 artikel hasil riset dari 10 Perguruan Tinggi yang dinyatakan layak melalui proses review artikel.

Sementara untuk total 52 artikel hasil penelitian meliputi sebanyak 12 artikel dari Universitas Islam Madura (UIM), 10 artikel dari Poltera, 7 artikel dari Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat, serta 6 artikel dari Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan.

Baca Juga:  1.540 Wisudawan Unesa Siap Berpartisipasi Majukan Bangsa

Sedangkan 5 artikel lainnya dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, 5 artikel dari STEI Bhakti Bangsa, 2 artikel dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum, serta 1 artikel dari STIDKIS Al-Mardiyah dan 1 artikel dari STEI MM.

Mosiri, Ketua STEI-MM menuturkan, senang dan bersyukur atas apa yang sudah dilakukan oleh Habibi. “Ketika mendengar ada forum riset beberapa waktu lalu, kami menunjuk beliau untuk terlibat. Dan alhamdulillah tulisan beliau terpilih. Kami atas nama STEI-MM turut senang. Semoga menginpirasi dosen lainnya,” ujar Mosiri, Jumat (4/12/2020).

Apa yang dia tulis dan teliti oleh Habibi, tambahnya, memang menarik untuk didiskusikan dan dipaparkan secara ilmiah sebagai sumbangan kekayaan referensi. Karena terkait langsung dengan regulasi anggaran yang bersentuhan dengan masyarakat.

Mosiri bilang, Habibi mencoba mengungkap bagaimana realisasi Dana Desa (DD), Anggaran Dana Desa (ADD) dan dana-dana yang masuk ke desa. Hasil risetnya memang layak tampil di forum akademik.

“Beliau juga memaparkan korelasi dana tersebut dengan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Ada beberapa solusi yang dia tawarkan sehingga dana-dana tersebut lebih terasa manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat,” papar akademisi pentolan salah satu kampus di Yogyakarta tersebut.

Reporter: Gafur

Redaktur: Zul