Iklan Stop Rokok Ilegal Sumenep

Gus Yaqut Jadi Menteri, Ansor di Pamekasan Akan Tambah Pasukan Banser

  • Bagikan
Kasetma Satkorcab Banser Pamekasan, Komandan Moh. Aminullah (kanan). (Foto: Ist)

MEDIAJATIM.COM | Pamekasan – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Gus Yaqut resmi diumumkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Agama (Menag) RI, Selasa (22/12/2020).

Terpilihnya Panglima Tertinggi Banser ini sebagai Menag RI akan disambut dengan bertambahnya pasukan Banser di Kabupaten Pamekasan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekretariat dan Markas (Kasetma) Satuan Kordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Pamekasan, Moh Aminullah.

Stop Rokok Ilegal Sumenep

“Kami akan menyambut terpilihnya Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut sebagai Menteri Agama ini dengan bertambahnya pasukan baru Banser di Pamekasan,” jelas Moh. Aminullah saat ditemui Media Jatim, Selasa (22/12/2020).

Baca Juga:  Di Hadapan Kader, Syafiuddin Pertegas Garis Pengabdian Pemuda Ansor

Dijadwalkan di Kabupaten Pamekasan akan menyelenggarakan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Badan Ansor Serbaguna (Banser) pada Jumat-Ahad (25-27 Desember 2020) mendatang.

“Sebagai penyelenggaranya PAC GP Ansor Kadur. Berdasarkan data terbaru, sudah ada sekitar 130 lebih peserta yang mendaftar,” tambahnya.

Stop Rokok Ilegal

Mahasiswa Pascasarjana di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu berharap, terpilihnya Gus Yaqut sebagai Menag RI akan menjadi momentum untuk pemerintah lebih tegas lagi dalam membasmi paham-paham radikal yang mulai menjamur di tanah air ini.

“Kita ketahui bersama, akhir-akhir ini paham radikalis di Indonesia berkembang pesat. Semoga dengan bergabungnya Gus Yaqut dalam kabinet Presiden Jokowi, pemerintah bisa lebih tegas dalam memberantas paham radikal,” jelas Alumnus Pesantren Al-Falah Sumber Gayam tersebut.

Baca Juga:  Merasa Terancam, Warga Sana Daya Lapor Polisi

Komandan Amin, sapaan akrabnya, menyebutkan, pihaknya akan terus berada merapatkan barisan dalam mendorong upaya membentengi NKRI dari kelompok-kelompok yang berusaha mengganti Pancasila sebagai ideologi negara.

“Karena bagi kami NKRI sudah final dan harga mati,” tukasnya.

Reporter: Zul

Redaktur: A6

  • Bagikan
WhatsApp chat