oleh

Penyuntikan Vaksin Corona di Pamekasan Dimulai Februari

MEDIAJATIM.COM | Pamekasan – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Pamekasan, dr Nanang Suyanto mengatakan, berdasarkan surat dari Kementerian Kesehatan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, baru akan melakukan penyuntikan vaksin corona (Covid-19) pada bulan Februari mendatang.

Menurutnya, penyuntikan vaksin tersebut akan dilakukan bersamaan dengan 34 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Sampai saat ini, vaksin tersebut belum diterima pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan dan masih direncanakan akan didistribusikan pada Februari mendatang.

“Untuk tanggal pastinya kita masih menunggu jadwal dari provinsi,” katanya, Rabu (13/1/2021).

“Kami telah mempersiapkan semua personel dan fasilitas pendukung lainnya,” imbuh dr Nanang.

Baca Juga:  Memaknai Covid-19 Sebagai Suatu Anugerah

Untuk tahap pertama, kata dr Nanang, ada 3.080 orang di Pamekasan yang akan divaksin, yakni terdiri dari tenaga kesehatan dan pejabat publik.

Secara umum penyuntikan vaksin buatan Sinovac ini diperuntukkan untuk yang usia 18 sampai 59 tahun. Namun untuk ibu hamil dan menyusui serta warga yang mempunyai penyakit penyerta, tidak masuk dalam sasaran pemberian vaksin. Sebab belum ada data dukung uji klinis terkait keamanan vaksin untuk kelompok tersebut.

Kemudian, warga yang pernah terinfeksi Covid-19 juga tidak masuk dalam sasaran pemberian vaksin karena sudah terbentuk kekebalan alami di dalam tubuhnya.

Baca Juga:  Disbudpar Akan Bina Warga Lapas Banyuwangi di Bidang Seni

Vaksinasi Covid-19 di Pamekasan akan dilaksanakan di 20 puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lebih lanjut, dr Nanang menjelaskan, efek samping yang akan dirasakan oleh seseorang setelah divaksin itu sangat beragam. Umumnya akan merasakan gejala ringan seperti demam, nyeri otot, atau ruam bekas suntikan.

“Efek samping tidak selalu ada. Kalaupun ada beragam, umumnya ringan dan bersifat sementara seperti demam, nyeri otot atau ruam bekas suntikan,” tandasnya.

Reporter: Kholisin

Redaktur: Zul

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *