oleh

Tradisi Baru, Pemkab Pamekasan Gelar Tahlil dan Doa Bersama saat Tokoh atau Ulama Meninggal

MEDIAJATIM.COM | Pamekasan – H Baddrut Tamam terus menghadirkan wajah baru dalam memimpin Kabupaten Pamekasan. Salah satunya Bupati Baddrut membangun tradisi baru, yaitu menggelar tahlil dan doa serentak ketika ada salah satu tokoh di Pamekasan meninggalkan dunia.

“Pemkab Pamekasan sedang membangun tradisi baru. Setiap ada tokoh dan ulama wafat, kami akan mengadakan tahlil dan doa,” kata H Baddrut Tamam, Senin (18/1/2021).

Tahlil dan doa bersama tersebut akan digelar serentak di Mandhapa Agung Ronggosukowati dan kantor kecamatan se-Kabupaten Pamekasan. Politisi PKB itu berharap, ini akan menjadi model baru dalam memberikan penghormatan kepada para tokoh dan ulama.

Baca Juga:  Lantik Pejabat, Bupati Pamekasan: Jangan Berharap Hasil Maksimal dari Kerja Biasa

“Semoga ini menjadi model baru penghormatan kami kepada para tokoh dan ulama,” imbuhnya.

Selain itu, Baddrut Tamam juga mengintruksikan kepada seluruh kepala desa atau lurah untuk bisa menggelar kegiatan tahlil dan doa bersama saat ada tokoh maupun ulama meninggal dunia di desa atau kelurahan masing-masing.

“Untuk lurah dan kades, terima kasih jika setiap ada tokoh dan ulama di desa dan kelurahannya masing-masing juga mengadakan doa dan tahlil untuk para tokoh dan ulama yang wafat. Dan berdoa semua para tokoh dan ulama serta masyarakat Pamekasan mendapat kesehatan dan panjang umur. Aamiin.

Baca Juga:  Simulasi Penanggulangan Tsunami di Pesanggaran Diwarnai Aksi Demo Tolak Tambang

“Semoga ini menginsprasi pemerintah kabupaten / kota se- Indonesia,” pungkas Baddrut Tamam.

Reporter: Zul

Redaktur: A6