Tanah Bekas Galian Pasir Besi Lebih ‘Ramah’

MEDIAJATIM.COM | Jember – Penambangan pasir besi ternyata tidak hanya menghasilkan konsentrat besi, namun juga membuat bekas galian pasir besi bakal menjadi tanah yang subur untuk tanaman. Sebab, pasir atau tanah yang mengandung unsur besi, memiliki ‘hawa’ yang tidak bersahabat dengan tanaman karena panas.

“Kalau dipaksakan ditanami semisal palawija hasilnya tentu kurang bagus,” ujar Kepala Kepala Teknik Tambang PT Agtika Dwisejahtera (ADS), Arya Gupita melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (6/2).

Arya menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir bahwa tanah bekas ekplorasi pasir besi kelak tidak ada gunanya, bahkan hanya mendatangkan bahaya karena penuh dengan lubang-lubang besar yang menganga. Menurutnya, penambangan pasir besi berbeda denngan penambangan emas. Ketebalan pasir besi hanya sekitar dua sampai tiga meter dari permukaan tanah.

“Jadi tidak sampai ada lubang-lubang besar seperti di Papua dan sebagainya,” lanjutya.

Baca Juga:  Libatkan Media dan KIM, Pemkab Pamekasan Masifkan Sosialisasi DBHCHT

Agar tanah bekas galian pasir besi nanti bisa lebih ramah terhadap tanaman, maka PT ADS selaku penambang akan menjadikan bekas tambang pasir besi Paseban sebagai area tambak, selain untuk ditanami tanaman yang cepat menghasilkan uang, seperti semangka, bawang, bunga dan sebagainya

“Setelah besinya kita ambil, tanahnya lebih ramah terhadap tanaman, dan lebih bagus hasilnya,” jelasnya.

Arya lalu mengisahkan pengalamannya saat menambang pasir besi di Bima, Nusa Tenggara Timur. Di situ tanah bekas tambang pasir besi dijadikan kebun, dan ditanami bawang merah oleh masyarakat.

Baca Juga:  DPC Partai Gerindra Tabrak Maklumat Kapolri, Ini Respon Tokoh Muda Banyuglugur

“Intinya tanah bekas eksplorasi pasir besi tetap akan bermanfaat, bahkan bisa lebih baik,” pungkasnya.

Reporter: Aryudi A Razaq

Redaktur: Sulaiman

WhatsApp chat