Hafidi: Kalau Tak Bisa Membantu, Minimal Memberi Jalan Keluar

MEDIAJATIM.COM | Jember – Menjadi anggota legislatif, gampang-gampang susah. Sebab tak jarang politisi menjadi tempat mengadu masyarakat terkait semua persoalan yang menderanya. Seluruh persoalan mulai dari A zampai Z, terkadang dilarikan kepada anggota legislatif. Padahal, politisi juga manusia biasa yang mempunyai keterbatasan. Tapi inilah yang dialami oleh anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jember, H Mochammad Hafidi.

“Ya bagaimana lagi, masyarakat melihat kita sebagai orang yang bisa segala-galanya,” ujarnya di sela-sela rapid test santrinya di kompleks Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (IBU), Desa/Kecamatan Pakusari Jember, Senin (1/2).

Baca Juga:  Pecinta Budaya di Pamekasan Hadirkan Kearifan Lokal saat Resepsi Pernikahan

Walaupun demikian, Ustadz Hafidi mengaku siap dan bangga bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam banyak hal. Baginya, menjadi anggota legislatif bukan sekadar sebagai penyambung lidah antara masyarakat dengan pemerintah, tapi lebih dari itu adalah melayani keluhan masyarakat.

“Kalau kita tidak bisa membantu materi, minimal bisa memberi jalan keluar. Dengan begitu masyarakat sudah merasa lega,” jelasnya.

Sejak terpilih sebagai anggota DPRD Jember melalui PKB lebih sepuluh tahun yang lalu, Ustadz Hafidi memang kerap menjadi tempat mengadu dan mengeluh masyarakat. Keluhan yang diterimanya pun bermacam-macam, mulai dari soal bantuan, khitanan, konflik antar warga hingga pasangan mau cerai.

Baca Juga:  Panyaluran PKH di Kecamatan Kadur Sesuai Prosedur

Ketua Komisi D DPRD Jember itu menyatakan senang bisa melayani masyarakat, apalagi mereka berasal dari konstituen PKB yang nota bene adalah waga NU. Ia mengaku senang bisa berkhidmah kepada masyarakat melalui PKB, partai yang kelahirannya dibidani oleh PBNU.

“Politik adalah soal pilihan, dan PKB adalah pilihan saya,” pungkasnya.

Reporter: Aryudi A Razaq

Redaktur: Sulaiman

WhatsApp chat