Banjir Bandang Rusak Yayasan dan Pesantren di Sumenep

MEDIAJATIM.COM | Sumenep – Hujan deras dengan intensitas tinggi, Kamis sore (4/3), menyebabkan banjir bandang yang merusak yayasan dan pesantren di dua desa di Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

Di desa Talaga, banjir bandang merusak pagar gedung Pondok Pesantren Darul Ulum. Akibatnya, satu ruang kelas, poskes pesantren dan satu kamar pondok putri terendam. Sementara di desa Rombiya Timur, tembok dan gudang Yayasan Al-Karomah juga luluh lantak akibat banjir bandang yang terjadi.

“Ini bisa disebut banjir bandang. Soalnya datang secara tiba-tiba,” tutur Imam Haromain, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum.

Banjir bandang ini mengejutkan warga dan seluruh santri. Sebab peristiwa alam ini belum pernah terjadi di wilayah tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Baca Juga:  Tahun Ini, STIEBA Madura Siapkan Beasiswa Penuh Bagi 50 Mahasiswa Terbaik

“Alhamdulillah, hanya buku-buku dan perlengkapan sekolah yang tidak bisa diselamatkan,” lanjutnya.

Sementara itu, bupati Sumenep Achmad Fauzi, meninjau langsung lokasi kerusakan yang terjadi di yayasan Al-Barokah dan Pondok Pesantren Darul Ulum, Jumat pagi (5/3).

“Kemarin saya sudah minta wakil bupati segera ke lokasi. Dan hari ini, saya ingin melihat langsung, di lapangan seperti apa,” kata Achmad Fauzi, saat berada di Pesantren Darul Ulum.

Selain memberikan bantuan, bupati juga langsung mengajak kepala dinas terkait, seperti dinas Pengairan, Bina Marga, BPBD dan Dinsos agar segera dilakukan perbaikan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca Juga:  Lembaga Kesejahteraan Sosial Cendikia Madura Adakan Diskusi Publik

“Hari ini kita datang full tim (dinas terkait), mengecek apakah ada drainasenya, selokan. Tapi menurut kyai Imam (pengasuh pesantren), yang paling mendesak adalah air bersih,” jelasnya.

Dari laporan BMKG, curah hujan selama bulan Maret hingga April ini memang tinggi. BPBD telah melakukan mitigasi untuk mengantisipasi adanya korban jiwa jika ada bencana di kemudian hari.

Reporter: Lis
Redaktur: Sulaiman

WhatsApp chat