oleh

Dewan Pembina Al-Akbar Sholehudin Maju Kepala Desa dan Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang

MEDIAJATAIM.COM | Pamekasan – Bukan rahasia lagi, dengan dana desa yang mengguyur ratusan juta setiap tahunnya, seharusnya meski tak memiliki banyak harta, setiap orang (masyarakat) mempunyai peluang yang sama untuk terpilih sebagai kepala desa.

Sholehudin, sosok alumni santri ini adalah calon kades tak berlimpah harta, hanya bermodal pengetahuan dan kepercayaan serta dukungan tokoh masyarakat sehingga timbul ide membuat program-program untuk kemajuan dan kemakmuran warga desa dengan anggaran yang setiap tahunnya lebih meningkat.

Ia telah mendapat restu bahkan diminta oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bata-bata RKH Tohir Abd Hamid. Ia diminta sebagai calon kepala desa Waru Timur, Kecamatan Waru.

Restu itu disampaikan Ra Thohir saat menghadiri pertemuan rapat Alumni dan Komunitas Bata-Bata Bersatu (Al-Akbar) di Waru Timur, pada 9 April 2021.

Baca Juga:  Oktober, 13 Desa Jalani Pilkades Serentak

Sholeh pria kelahiran 27 Juni 1987. Ia dewan pembina Al-Akbar. Ia akan bertarung dengan calon lain yang dua periode diembannya (patahana) dan peserta lain yang ada, bagaimana dia memenangkan pilkades.

Dalam wawancara, Sholeh memohon doa agar terpilih dalam pilkades yang berlangsung beberapa bulan lagi. Sholeh yang lulusan sarjana ekonomi mempunyai beberapa program, di antaranya pelayanan desa yang optimal, perbaikan infrastruktur, penguatan pelayanan kesejahteraan sosial, Transparansi DD dan ADD, pengembangan BUMDes dan pemanfaatan dana hibah untuk pengembangan desa.

Sholehudin merancang program-program ini tentu sudah menghitung berapa kebutuhan anggarannya dan seberapa manfaatnya bagi warga desanya. Masalahnya, apakah warga desa tertarik dan memang membutuhkan program-program yang ditawarkan Sholehudin dan kemudian mau memilihnya? Tentu warga desa Waru Timur sendiri yang lebih tahu dan merasakan kepemimpinan sebelumnya.

Baca Juga:  Pandemi Corona, DPD Golkar Situbondo Bagi-bagi Masker dan Hand Sanitizer

“Yang jelas kalau masih mau pakai money politik, tidak akan berkah dan merusak citra demokrasi,” ujarnya.

Jika Sholehudin terpilih tanpa money politik untuk membeli suara rakyat seharusnya dia juga tak punya beban menyerap anggaran dana desa untuk menjalankan program-programnya tanpa berniat memotongnya atau dikorupsi sebagai pengganti modalnya membeli suara rakyat.

Reporter: Ist

Redaktur: Zul