Iklan Stop Rokok Ilegal Sumenep

Sajikan Narasi Alas Purwo, Mahasiswa PBSI FKIP Juara 1 Sayembara Sastra 2021 Se-Jatim dan Bali

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | Jember – Sayembara Sastra yang diadakan oleh HMP IMABINA Universitas Jember, menempatkan Rismatul Faizah sebagai juara 1. Cerpennya berjudul Gayatri mampu menyingkirkan 142 naskah cerpen yang diikuti oleh peserta dari Universitas se-Jawa Timur dan Bali.

Perempuan yang akrab disapa Risma adalah mahasiswa Universitas Jember. Dara kelahiran Banyuwangi tersebut masih semester empat.

Stop Rokok Ilegal Sumenep

Ditemui oleh Media Jatim, ia berbagi pengalaman menulis. Diakui, sebelumnya tidak pernah mengikuti kegiatan menulis, baik di sekolah maupun perguruan tinggi. Ia mengaku jika menulis pertama kali pada saat mata kuliah Apresiasi Prosa dan Puisi.

“Saya menjadi paham teknik menulis karya sastra ketika banyak berdiskusi di kelas ketika kuliah. Selain itu, latihan dan latihan, ketika tugas praktikum beberapa kali cerpen saya ditolak, dikritik, dibilang mirip cerita FTV dan sebagainya. Butuh perjuangan dan keihlasan,” ujarnya.

Baca Juga:  Ifan: 1 Juni, Momentum Bangkitkan Semangat Melawan Perongrong Pancasila

Ia mengaku masih tahap belajar bagaimana membuat sebuah karya sastra cerpen, dan kemudian benar-benar menulis cerpen untuk tugas Ujian Akhir dengan judul Kumari Devi.

“Itu adalah karya tulisan saya yang pertama, alhamdulilah tanpa revisi dan sempat direview oleh Pak Joni Ariadinata, meskipun masih sangat banyak kekurangan yang ada pada tulisan pertama saya itu,” tuturnya.

Gayatri, akuinya, merupakan cerpen keduanya. Alas Purwo menjadi narasi atas gambaran utuh tentang potret seorang penari gandrung. Karenanya, penggambaran yang sempurna itu mampu menyedot tiga dewan, yaitu Fandrik Ahmad (cerpenis), Muchammad Nasrullah (novelis), dan Siswanto (akademisi dan kritikus sastra).

Baca Juga:  Ifan: Potensi Pariwisata Jember Sangat Luar Biasa

Risma membagi tips agar dapat menang lomba, yaitu menuliskan karya semaksimal mungkin, memilih tema yang menarik, mendominasi tulisan dengan diksi dan gaya bahasa yang tepat serta banyak membaca cerpen untuk digunakan sebagai referensi. Selain itu, tema yang unik juga sangat diperlukan.

“Kumari Devi dan Gayatri memiliki tema kearifan lokal yang banyak hal baru yang orang lain di luar daerah itu belum mengetahuinya,” jelasnya.

Ia berharap agar senantiasa produktif menulis. Terus mengembangkan kemampuan menulis dan bisa menghasilkan karya sastra serta menerbitkan buku hasil tulisannya sendiri.

Reporter: F Ahmad

Redaktur: Zul

Stop Rokok Ilegal
  • Bagikan
WhatsApp chat