Iklan Stop Rokok Ilegal Sumenep

Mari Kembali Beralih Makan Jagung

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | Sumenep – Anggota DPR RI dari Dapil XI Jawa Timur (Madura), MH Said Abdullah, menyerukan agar masyarakat Madura untuk beralih makan Jagung sebagai pengganti beras.

Ajakan politisi Politisi PDI Perjuangan untuk kembali makan jagung, untuk kembali pada kebiasaan leluhur orang madura sebelum era 80 an. Penduduk di pulau garam bertumpu pada basis pangan lokal, yang kemudian akan menguatkan daya tahan ekonomi warga setempat.

Stop Rokok Ilegal Sumenep

“Mari kembali beralih makan jagung sebagai pengganti beras seperti leluhur orang Madura di era sebelum tahun 80 an. Dengan bertumpu pada basis pangan lokal, akan menguatkan daya tahan ekonomi pangan warga Madura,” kata Ketua Banggar DPR ini dalam keterangan resminya, Rabu (5/5).

Said menambahkan Pulau Madura merupakan salah satu kawasan yang menjadi tulang punggung penghasil jagung nasional. Selain jagung hibrida, di Madura juga terdapat banyak varietas jagung lokal, seperti Burda, Guluk-guluk, dan Pod, yang menurutnya memiliki keunggulan tersendiri, mulai dari rasa, hingga daya tahan jika disimpan.

Baca Juga:  Saat Ini, KPK 'Ngamuk' di Madura

“Jatim berkontribusi 21,8% produksi jagung nasional, dan suplai terbesarnya dari Madura. Selain jagung hibrida, di Madura banyak variestas jagung lokal seperti; burda, guluk guluk, dan pod. Bahkan varietas lokal ini dari sisi rasa jauh lebih gurih, jumlah bijian isinya kebih banyak dan lebih tahan lama bila dilakukan penyimpanan,” sambung MH Said Abdullah.

Dari sisi gizi dan kesehatan, terangnya, jagung memiliki Indeks glikemik yang rendah sehingga sangat ramah bagi penderita diabetes. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan ke-7 dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi.

Baca Juga:  Kunjungi Banyuwangi Gus Ipul Paparkan Nutrisi Makmur

“Prevalensi pasien pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,2 persen, yang artinya ada lebih dari 10,8 juta orang menderita diabetes per tahun 2020,” tutupnya

Reporter: Lis
Redaktur: Sulaiman

Stop Rokok Ilegal
  • Bagikan
WhatsApp chat