Iklan Stop Rokok Ilegal Sumenep

Khutbah Masjid Kampus Harus Inovatif

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | Jember – Masjid sebaiknya tidak hanya dipakai sebagai tempat untuk kegiatan salat berjamaah. Apalagi bila lokasinya di dalam kampus. Karena di situ banyak intelektual maupun calon intelektual. Harusnya mereka bisa memanfaatkan masjid untuk kegiatan kajian keilmuan maupun pengembangan pemikiran baru.

Karena itu, Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto mengimbau seluruh elemen yang ada di kampusnya untuk aktif memakmurkan masjid.

Stop Rokok Ilegal Sumenep

“Kami berharap seluruh elemen yang ada di kampus ini punya tanggung jawab untuk mengisi ruang-ruang kosong yang ada di masjid,” tandas Babun saat memberi sambutan di acara doa khotmil Quran di Masjid IAIN Jember Kamis (6/5/2021).

Para elemen kampus mulai dari pegawai, mahasiswa hingga dosen, bisa memanfaatkan masjid sebagai sarana diskusi untuk memecahkan masalah. Baik itu masalah sosial, pendidikan, keilmuan maupun persoalan-persoalan lain. Dari masjid kampus diharapkan juga diharapkan lahir para pemikir atau intelektual.

Baca Juga:  Rumah Moderasi Beragama Garda Terdepan Penguatan Moderasi Beragama

“Ke depan, pimpinan akan lebih memaksimalkan distribusi anggaran untuk masjid kampus,” tambah Babun.

Di tempat yang sama Warek III Dr Hepni Zein dalam tausiahnya berharap agar khutbah Jumat yang dilakukan di masjid kampus tidak hanya sekadar untuk menggugurkan kewajiban saja. Tapi, juga memiliki nilai lebih yang bisa berdampak pada segenap aspek kehidupan sosial.

“Jadi diperlukan adanya perubahan yang siginifikan dalam mengelola masjid. Caranya dengan banyak melakukan inovasi,” paparnya.

Salah satu inovasi yang ditawarkan Hefni, mengemas khutbah Jumat berkurikulum. Caranya, para khotib yang khutbah di masjid kampus materinya harus mengikuti silabi yang telah dibuat oleh takmir.

“Jadi, ada silabi materi khutbah atau SAK (satuan acara khutbah) sebagai pedoman yang harus dipatuhi para khotib supaya isi khutbahnya sesuai yang ditargetkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Siapkan DBHCHT Rp839 Juta untuk Pelatihan Produksi Rokok

Dengan inovasi seperti itu, materi khutbah yang disampaikan oleh khotib diharapkan bisa didalami dan diikuti jamaah secara berkelanjutan sebagaimana santri mengaji di pesantren. Sumber referensi seperti kitab maupun ayat yang dipakai oleh khotib jelas asalnya, termasuk tema dan target yang diberikan oleh takmir kepada khotib juga sesuai yang diharapkan.

Selain itu, materi khutbah dari para khotib juga bisa didokumentasikan atau dibukukan yang selanjutnya bisa jadi bahan referensi berharga.

“Kalau ini bisa diterapkan, insyaallah bisa menangkal pemikiran-pemikiran ekstrem dan radikal yang bisa merusak tatanan sosial di masyarakat,” pungkas Hefni.

Reporter: Aryudi A Razaq

Redaktur: Sulaiman

Stop Rokok Ilegal
  • Bagikan
WhatsApp chat