Iklan Stop Rokok Ilegal Sumenep

Siapkan Rp839 Juta untuk Latih Keterampilan Kerja Buruh Pabrik

  • Bagikan
Pemkab Pamekasan bekerjasama dengan pabrik rokok akan menyerap tenaga kerja lokal. (Foto: Ist)

MEDIAJATIM.COM | PAMEKASAN – Salah satu pemanfaatan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan yaitu untuk bidang pembinaan lingkungan sosial. Salah satu programnya yaitu peningkatan keterampilan kerja. Untuk program tersebut, pemerintah telah menganggarkan sebesar Rp839 juta yang akan dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) Pamekasan.

Pelaksana Tugas (Plt) DPMPTSP Naker Pamekasan Supriyanto menjelaskan, pihaknya aka menggelar pelatihan pembuatan rokok linting bagi masyarakat di sekitar pabrik rokok di Pamekasan. Dengan anggaran Rp839 juta pihaknya akan melatih 250 orang warga. Pelatihan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada akhir bulan ini. Namun pihaknya masih menunggu selesainya dokumen perubahan anggaran (DPA) untuk dapat memanfaatkan anggaran.

Stop Rokok Ilegal Sumenep

Supri menjelaskan, program pelatihan ini berawal dari saat pihaknya melakukan pemantauan ke sejumlah pabrik rokok di Pamekasan, ternyata cukup banyak buruh pabrik yang berasal dari luar Pamekasan. Sementara di Pamekasan sendiri terdapat 57 pabrik rokok lokal. Sehingga penyerapan tenaga kerja lokal Pamekasan di pabrik rokok perlu ditingkatkan.

Baca Juga:  Gandeng Empat Pabrik Rokok Lokal, Pemkab Akan Gelar Pelatihan untuk 220 Warga

“Ada yang dari Sumenep ada yang dari Sukorejo, oleh karena itu mereka (pabrik,red) minta kalau bisa di Pamekasan diadakan pelatihan pembuatan rokok linting. Nanti kalau sudah dilatih, pabrik itu siap menyerap tenaga kerjanya,” jelas Supri.

Dijelaskannya, akan ada 11 paket pelatihan. Setiap paket pelatihan akan melibatkan sekitar 20 orang. Pihaknya sudah bekerjasama dengan sejumlah pabrik rokok yang berada di Kecamatan Larangan dan Kadur. Rekrutmen peserta pelatihan tersebut akan dilakukan oleh para fasilitator wirausaha baru (WUB) di daerah Larangan, Kadur dan sekitarnya, termasuk Pademawu dan daerah kota.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Segera Salurkan BLT DBHCHT untuk Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok

“Kita akan cari masyarakat yang minat menjadi buruh pabrik rokok,” jelas Supri. Para peserta akan dilatih di pabrik rokok yang telah bekerja sama dengan pihaknya. Mereka akan diajarkan dan dilatih cara membuat rokok linting. Serta juga akan diajarkan cara meracik tembakau dan beberapa komponen lain hingg menjadi produk rokok berkualitas hingg pelatihan tentang cara pengemasannya.

Reporter: Zul

Redaktur: A6

Stop Rokok Ilegal
  • Bagikan
WhatsApp chat