Bupati Prioritaskan Pembangunan KIHT sebagai Role Model Baru Urai Persoalan Tembakau

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM, PAMEKASAN-Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menginginkan pembangunan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) mampu mengurai persoalan tembakau.  mengungkapkan. Pembangunan KIHT merupakan salah satu program prioritasnya. Sebab menurutnya, sejak lama pengusaha rokok di Pamekasan tidak mempunyai izin usaha.

Adanya KIHT diharapkan mampu menjadi solusi dari problem perizinan tersebut. Sementara itu, sumber anggaran yang digunakan sebesar Rp7,5 miliar dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sebesar Rp65 miliar.

“Besar harapan saya, pembangunan ini menjadi role model baru, bahwa tembakau di Pamekasan kita angkat derajatnya lebih terhormat, untuk siapa, petani ya untung, pabrikan ya untung, bea cukai juga untung, dan keuntungan pemerintah bisa tersenyum dan bahagia,” papar Mas Tamam, sapaan akrab bupati,  saat silaturahmi dan sharing session pembangunan KIHT di pringgitan dalam Pendopo Agung Ronggosukowati, Rabu (18/8/2021).

Baca Juga:  Kasus Perselingkungan di Situbondo Berujung di Meja Hukum

Sharing session itu diikuti oleh unsur pengusaha rokok lokal, Bea Cukai  Madura dan Jatim, dan beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Bupati juga menegaskan hal itu sebagai langkah suksesi dalam merealisasikan pembangunan KIHT dan sekaligus untuk menekan peredaran rokok ilegal di Pamekasan.

“Saya senang sekali, mohon bimbingannya, mohon petunjuknya, atas rencana KIHT yang sedang berjalan, mudah-mudahan kerjasama baik antara kita semua bisa terwujud dengan baik,” ungkap mantan anggota DPRD Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Ahmad Sjaifuddin menuturkan, progres pembangunan KIHT sudah sampai pada tahap kajian akademik yang bekerjasama dengan Universitas Jember (UNEJ). Saat ini sudah sampai pada pembuatan master plan dan detail engineering design (DED). Berdasarkan data yang tercantum di halaman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pamekasan, dana yang digelontorkan sebesar Rp500 juta.

Baca Juga:  Ketua DPRD Sumenep: Upayakan Pesantren Menuju New Normal

“Kami memang melangkah mulai tahun 2021, tahun 2020 sifatnya masih sosialisasi,  tahun 2021 kami mulai mengonkretkan, pastinya di awal-awal kami menyusun kajian, mulai dari tahapan studi kelayakan,” pungkas Sjaifuddin.

Progres Pembangunan KIHT

  • Proses pembangunan sudah sampai pada proses pembuatan Master Plan dan Detail Engineering Design (DED).
  • Nilai Pagu Paket: Rp 500.000.000
  • Nilai HPS Paket: 999.500
  • Sumber dana: APBD 2021
  • Sistem Pengadaan: Seleksi – Prakualifikasi Dua File – Kualitas
  • Peserta Tender: 35 peserta

Reporter: Bahrul Rosi

Redaktur: Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat