Pasca Petik Tembakau, Petani Dibuat Mudah

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mendapatkan alokasi dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCHT) terbesar di Madura mencapai Rp64,5 miliar di tahun 2021. Pemanfaatan dana tersebut salah satunya dialokasikan untuk bidang kesejahteraan masyarakat senilai Rp32,2 miliar.

Salah satu program di bidang kesejahteraan masyarakat yaitu peningkatan kualitas bahan baku. Program ini telah dianggarkan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan sebesar Rp8,7 miliar. Dalam pemanfaatannya, terdapat beberapa kegiatan dalam program ini yang telah diatur melalui peraturan menteri keuangan (PMK).

Salah satu kegiatan peningkatan kualitas bahan baku yaitu penanganan panen dan pasca panen. Kepala Bidang (Kabid) Prasarana Pertanian DKPP Pamekasan Almarah Sugandi menjelaskan, terdapat dua sub kegiatan yang telah diatur oleh peraturan menteri dalam negeri (permedagri). Sub tersebut yaitu koordinasi dan sinkronisasi prasarana pendukung pertanian.

Baca Juga:  Galakkan Pelacakan Rokok Ilegal, Siapkan 189 Informan Siroleg

Pihaknya menganggarkan pemanfaatan DBHCHT sebesar Rp600 juta untuk memfasilitasi para petani tembakau dengan sejumlah prasarana pendukung berupa 20 paket mesin rajang tembakau, 20 unit genset dan 2.500 unit widik tembakau. Saat ini, semua prasarana tersebut sedang dalam tahap pengadaan.

Dengan sejumlah alat tersebut, akan banyak membantu petani. Hal yang paling menguntungkan terhadap petani yaitu karena mampu mengurangi biaya produksi pasca petik tembakau daripada sebelum menerima bantuan alat tersebut. Petani dapat merasakan keuntungan yang murni dari hasil panennya.

Mesin rajang sebanyak 20 paket itu akan sangat membantu para petani. Sebab, jika awalnya petani harus menguras tenaga dengan mengiris tembakau secara manual. Dengan masin rajang itu, petani dapat bekerja lebih mudah. Lebih efisien dan efektif. Mesin mampu bekerja lebih cepat dibanding kekuatan manusia.

Baca Juga:  Minat Baca Minim, Pesantren Bata-Bata Hipnotis Akal Santri dengan Literasi

Mesin rajang itu didukung dengan alat pendukung berupa genset. 20 genset akan didistribusikan secara bersamaan kepada 20 poktan. Genset tersebut sebagai alat pengalir listrik ke mesin rajang. Bahan bakar yang bisa digunakan cukup terjangkau, yaitu bisa menggunakan premium.

Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi petani dengan widik tembakau. Widik tersebut berfungsi sebagai tempat berjemur tembakau yang sudah diiris. Dengan widik tersebut, petani akan mampu menghemat biaya, karena tidak perlu membeli widik. Pihaknya menarget, sebelum masa panen tiba, seluruh prasarana itu sudah terdistribusi.

“Jadi kami berupaya agar bisa memangkas modal petani. Sehingga mereka dapat untung lebih banyak,” ulas pria yang akrab dipanggil Gandi itu.

Reporter: Bahrul Rosi

Redaktur: Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat