Iklan Stop Rokok Ilegal Sumenep

Pemkab Pamekasan Target 5.000 Buruh Peroleh BLT DBHCHT

  • Bagikan
Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan Sri Puja Astuti. (Foto: Istimewa)

MEDIAJATIM.COM | PAMEKASAN – Sebanyak 5.000 calon penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan di tahun 2021. BLT DBHCHT itu akan diberikan pada buruh tani dan buruh pabrik rokok di Bumi Gerbang Salam.

Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pamekasan Sri Puji Astutik mengatakan, target 5.000 orang penerima BLT DBHCHT itu dipasang lantaran pihaknya tidak memiliki data penerima saat mendapatkan alokasi anggaran tersebut.

Stop Rokok Ilegal Sumenep

Pihaknya menjelaskan, nantinya setiap penerima BLT yang bersumber dari DBHCHT akan mendapatkan Rp300 ribu setiap bulan. Mereka akan menerima bantuan itu selama enam bulan yang dicairkan langsung ke rekening penerima melalui mitra bank.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Siapkan BLT untuk Buruh Tani Tembakau dan Pabrik Rokok

“Nominal (Rp300 ribu, red) ini tidak boleh lebih dari BLT lain,” katanya, Rabu (01/09/2021).

Kendati demikian, pihaknya mengakui hingga saat ini BLT DBHCHT khusus buruh tani tembakau dan pabrik rokok belum bisa cair lantaran data yang dikirim pabrik rokok baru diserahkan pada bulan Agustus.

Pihaknya mengaku, saat ini pihaknya telah merampungkan proses verifikasi dan validasi data calon penerima. Ketika verifikasi dan validasi rampung, pihaknya akan langsung mencairkan BLT DBHCHT itu ke rekening masing-masing penerima.

Berdasarkan data yang dihimpun, hingga saat ini data buruh tani tembakau dan pabrik rokok yang masuk masih mencapai 2.664 orang. Itu terjadi lantaran perusahaan rokok lokal di Pamekasan masih banyak yang belum mengirimkan data calon penerima.

Baca Juga:  Pengurus SI Kepincut Ikuti Pelatihan PCNU Pamekasan

Sri Puji Astutik menyampaikan, untuk mempercepat proses proses verifikasi dan validasi data penerima, pihaknya akan turun langsung ke pabrik-pabrik rokok lokal dengan membawa surat pernyataan apakah bersedia mengirim data penerima BLT atau tidak.

“Kita siapkan surat peryataan itu lantaran ada pabrik rokok yang bersedia dan ada yang tidak bersedia mengirim data penerima bantuan,” tutupnya.

Reporter: Bahrulrosi

Redaktur: Sulaiman

Stop Rokok Ilegal
  • Bagikan
WhatsApp chat