Lagi, Pengeroyokan Menimpa Pesilat Pagar Nusa Jember

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | Jember – Pengeroyokan terhadap Pesilat Pagar Nusa lagi-lagi terjadi. Kali ini menimpa Ansori, warga Desa/Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember Jawa Timur. Saat ini ia terbaring lemas di rumah sakit Bina Sehat Jember, masih belum bisa bicara. Mukanya lebam, di beberapa bagian tampak darah sudah mengering, bahkan mata sebelah kanan terlihat bengkak cukup menonjol.

Menurut kakaknya, Mansur, sang adik diduga dikeroyok oleh beberapa orang. Hal ini sesuai dengan pengakuan Ansori saat siuman. Namun Mansur mengaku tidak tahu siapa pengeroyoknya, apakah berasal dari oknum pesilat tertentu atau warga biasa.

“Saya tidak tahu karena adik masih belum sadar betul, sehingga belum lancar bicaranya,” ucapnya di rumah sakit Bina Sehat, Rabu (1/9) malam.

Ia menceritakan sedikit kronologi kejadiannya. Saat itu, Ansori pamit untuk mengambil upah kerja di sekitar kebun Glantangan bersama temannya dengan mengendarai motor sendiri-sendiri. Ansori sendiri sudah tiga hari ini bekerja sebagai tenaga kasar di kebun tebu di situ. Namun sampai di lokasi yang dituju, ternyata mandornya tidak ada, sehingga keduanya memutar haluan ke kebun Glantangan.

Baca Juga:  So what do Men Get Interesting in Latina Women Stereotypes?

“Tapi saat di Glantangan, (teman Ansori) temannya pulang dulu, sehigga tinggal Ansori sendirian,” ungkapnya.

Ternyata kesendirian Ansori itu menjadi malapetaka pengeroyokan. Di kebun Glantangan itulah, Ansori dijadikan sansak hidup oleh sejumlah orang, hingga ia tak sadarkan diri. Bukan hanya dikeroyok, tapi pakaiannya juga dilucuti kecuali tersisa pakaian dalamnya saja. Ansori kemudian ditemukan oleh penjaga kebun Glantangan, dan dialah yang menginformasikan kejadian tersebut kepada keluarganya.

“Saat ditemukan penjaga kebun, itu adik saya telanjang. Penjaga kebun yang memasang pakaiannya. Dan saat itu, adik saat ditanya rumahnya oleh penjaga kebun, masih bisa menjawab,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pagar Nusa Jember, H Fathorrozi mendesak aparat untuk mengusut tutas motif pengeroyokan kasus tersebut, dan menangkap pelakunya. Sebab, jika tidak ada tindakan tegas, peristiwa itu mudah terulang lagi.

“Saya tidak tahu siapa pelakunya. Yang jelas ini (Ansori) adalah anggota Pagar Nusa, harus saya lindungi,” jelasnya.

Baca Juga:  Mas Vian: Peningkatan Kesadaran Masyarakat, Penting untuk Hadang Covid-19

Terkait pelaku, H Fathorrozi menyatakan tidak mau berandai-andai. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk mencari tahu pelakunya. Namun sangat disayangkan jika pelakunya adalah oknum pesilat juga lantaran sudah ada komitmen bersama antar perguruan silat agar menjaga kerukunan dan kedamaian.

“Saya positif thingking saja, mari kita bantu polisi untuk mengusutnya,” tambahnya.

Secara terpisah, Ketua IPSI Cabang Jember, Agus Syafaat juga meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut agar terang benderang siapa pelakunya. Jika pelakunya mengarah kepada oknum pesilat, maka selain pemrosesan pidana juga kembali kepada kesepakatan antar perguruan silat, di antanya adalah pembekuan perguruan silat yang menaungi pelaku.

“Pidananya jalan terus, tapi jika pelakunya adalah oknum pesilat, maka kita kembalikan kepada kesepakatan antar perguran silat yang telah kami tandatangani di pendopo dan disaksikan Bupati Jember beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

Reporter: Aryudi AR

Redaktur: Zul

  • Bagikan
WhatsApp chat