UIJ Diresmikan Bupati, Kuliah Perdana Diisi KH Achmad Siddiq

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | Jember – Warga NU di Jember adalah mayoritas. Pondok pesantren juga banyak, hampir semuanya berafiliasi ke NU. Namun NU belum mempunyai perguruan tinggi untuk menampung generasi muda NU setelah lulus SMA. Dan itulah yang terus menjadi pemikiran para kiai dan PCNU Jember.

Berikut ini kisah pendirian dan perjalanan UIJ (bagian ketiga)

Untuk mewujudkan keinginan memiliki perguruan tinggi, PCNU Jember menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) tanggal 5 Oktober 1983. Saat itu, Rais Syuriyah PCNU Jember adalah KH Dhofir Salam, Katib Syuriyah KH Sofyan Tsauri, Ketua PCNU Jember H Suwardi, dan Sekretaris H Saiful Islam. Dalam Muscab tersebut disepakati bahwa PCNU Jember akan mendirikan perguruan tinggi yang diberi nama Universitas Islam Jember (UIJ), dengan 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial Politik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Tarbiyah. Kesepakatan lainnya dalam Muscab itu adalah PCNU Jember membentuk Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) untuk menaungi UIJ.

Baca Juga:  Ustadz Kholili: Hendy-Gus Firjaun Bantu Pesantren Tanpa Diskriminasi

Selain PCNU Jember, para cendekiawan Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Islam Indonesia (ISII) juga berjasa dalam mewujudkan berdirinya UIJ. Acara peresmian pembukaan UIJ digelar tanggal 14 September 1984 di aula Serbaguna Pemerintah Daerah Tingat II Jember. Dalam acara itu, yang memberikan sambutan adalah pejabat Rektor UIJ, Ulum AA., Bupati Kepala Daerah Tingat II Jember yang sekaligus meresmikan pembukaan UIJ. Dalam kesempatan itu juga dilakukan kuliah perdana oleh KH Achmad Siddiq dengan mengangkat tema berjudul “Sikap Sosial Ahlussunnah wal Jamah”.

Untuk tempat perkuliahan, saat itu UIJ masih menggunakan kantor PCNU Jember yang terletak di seberang Pendopo Wahyawibawagraha, dan numpang di aula Masjid Jamik Al-Baitul Amin.

Baca Juga:  NU Lumajang: UIN KHAS Jember Harus Jaga Nama Besar KH Achmad Siddiq

“Waktu itu kegiatan perkuliahan menggunakan kantor NU lama, dan (juga) di masjid Baitul-Amin,” ujar H Saiful Islam, Sekretaris PCNU Jember saat itu di kediamannya, jenggawah, Jember, Ahad (12/9/2021).

Walaupun demikian, perkuliahan jalan terus. PCNU Jember juga terus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan gedung UIJ. Pada tahun 1987, gedung UIJ yang berlokasi di Jalan Kiai Mojo Nomor 101 Jember, rampung meski belum sempurna. Dan sejak saat itulah mahasiswa UIJ mempunyai tempat kuliah yang lebih representatif.

“Dulu para kiai, pengurus NU sangat bangga bisa mendirikan UIJ, para mahasiswa juga semangat,” pungkas H Saiful Islam yang juga menjabat Wakil Rektor II UIJ saat awal berdiri. (bersambung)

Reporter: Aryudi AR/Jasuli

Redaktur: Zul

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat