Hasil Kerja Keras, Mahasiswa UIJ Tahun Pertama Mencapai 300 Orang

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | Jember – Setelah Universitas Islam Jember (UIJ), pekerjaan berat lain sudah menunggu pengelola UIJ dan Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU). Sebab tidak gampang untuk mencari mahasiswa sekaligus melengkapi sarana prasarana kampus.

Berikut ini kisah pendirian dan perjalanan UIJ (bagian kelima)

Bahwa pendirian UIJ diinisiasi oleh PCNU Jember, Ikatan Sarjana Islam Indonesia (ISII), dan para kiai, memang betul. Tapi MWCNU juga memiliki peran yang tidak kecil dalam mendukung pembangunan UIJ. Ini tak lepas dari sosialisasi yang dilakukan oleh PCNU Jember sebelum dan sesudah UIJ didirikan, sehingga ghirah pengurus MWCNU untuk membantu UIJ cukup besar.

Tapi mereka menyadari bahwa untuk memiliki perguruan tinggi yang bonafid tidak semudah membalikkan telapak tangan. UIJ berdiri dan berjalan apa adanya. Kendati demikian, UIJ tetap menjadi kebanggaan bagi NU, para kiai, dan segenap Nahdliyin Jember. Mereka menyambut dan mendukungnya dengan suka cita. Sebab, mereka cukup lama memendam rindu untuk memiliki perguruan tinggi sendiri. Tidak sekadar bangga, tapi mereka juga bersedia berkontribusi bagi pembangunan UIJ, baik tenaga maupun harta benda.

Baca Juga:  Kisah UIJ yang Tak Terpisahkan dari NU Jember

Oleh karena itu, warga NU yang dikoordinasi oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) selalu siap memberi bantuan sebisa mungkin. Prinsipnya, jika tidak bisa membantu dengan harta, maka dengan tenaga. Di hari-hari tertentu mereka datang ke UIJ untuk kerja bakti. Tidak hanya tenaga, mereka juga membatu material seperti bambu, semen, dan pasir meski ala kadarnya.

“Doa dan dukungan warga NU untuk UIJ, cukup besar, karena bangga dengan UIJ,” ungkap mantan Wakil Rektor II UIJ, H Saiful Islam di kediamannya, Jenggawah, Kabupaten Jember, Senin (13/9/2021).

Baca Juga:  Ketua DEMA UINSA dalami Jurnal Ekonomi Islam di IIUM Institute of Islamic Banking and Finance IIiBF

Tidak hanya itu, MWCNU turut ‘menyiarkan’ penerimaan mahasiswa baru UIJ di tengah-tengah masyarakat. Selain mereka, PCNU Jember dan para kiai dalam berbagai kesempatan juga mempromosikan UIJ. Selain itu, pendekatan terhadap sekolah Ma’arif juga dilakukan agar lulusannya melanjutkan ke UIJ.

“Hasilnya lumayan. Pertama kali UIJ menerima mahasiswa baru sebanyak 300 orang,” lanjutnya.

Waktu itu mencari mahasiswa baru dan berupaya memenuhi sarana dan prasarana kampus adalah dua hal yang menjadi kerja berat pengelola UIJ. Namun berkat usaha yang sungguh-sungguh disertai doa yang tak putus-putus, mahasiswa didapat. Bahkan mahasiswa rela kuliah di kantor PCNU Jember dan numpang di aula Masjid Jamik Al-Baitul Amin sebelum pindah ke gedung baru. (bersambung)

Reporter: Aryudi AR

Redaktur: Zul

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat