Iklan Stop Rokok Ilegal Sumenep

Berkembang Pesat, UIJ Buka Kampus Dua

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | Jember – Universitas Islam Jember (UIJ) dibangun bermodal semangat yang besar. Berliku dan penuh dinamika dalam perjalanannya. Namun ghirah pengelola UIJ yang pantang menyerah, telah mengatarkan perguruan tinggi milik NU ini berkembang sedemikian rupa, bahkan sekarang memilki kampus dua di lokasi yang sangat strategis.

Berikut ini kisah pendirian dan perjalanan UIJ (bagian keenam-habis)
Setelah berdiri 14 September 1984, Universitas Islam Jember (UIJ) terus berjalan dengan segala dinamikanya. Plus minus tentu mewarnai perjalanan perguruan tinggi milik PCNU Jember tersebut. Suka duka juga dirasakan para pengelolanya. Namun mereka tak kenal lelah dalam bekerja, maju terus pantang mundur. Segala rintangan dihadapi, semua hambatan pun diterjang, hingga UIJ semakin menampakkan geliatnya.

Stop Rokok Ilegal Sumenep

Bahkan tahun 2017, UIJ mulai membuka kampus dua lengkap dengan sarana prasarananya di atas tanah seluas 5.600 meter persegi. Kampus dua tersebut asalnya adalah gedung Akademi Kebidanan Bina Husada, yang dibeli oleh Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) selaku ‘owner’ UIJ.

Baca Juga:  UIN KHAS Jember Siap Bersaing dengan Universitas Umum

Letak gedung kampus dua UIJ cukup strategis, yaitu Jalan Tidar Nomor 19, Kloncing, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Subersari, Jember. Di sekitar lokasi tersebut, berdiri Universitas Jember, apartemen, perkantoran, dan pertokoan.

Penandatangan alih kepemilikan itu dilakukan pada Rabu (31/5/2017), di Kantor UIJ di hadapan Pengurus YPNU Jember, Yayasan Bina Husada dan jajaran pimpinan Universitas Islam Jember. Saat ini kampus dua UIJ ditempati Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI).

“Ya Allah, kita harus bersyukur karena UIJ bisa membuka kampus dua, semoga barakah,” ujar Rektor UIJ, H Abdul Hadi di kampus satu UIJ, Kamis (16/9/2021).

Kiranya tak berlebihan H Hadi, sapaan akrabnya, mengungkapkan rasa syukurnya begitu dalam. Sebab, dia adalah mahasiswa angkatan pertama UIJ. Tidak hanya menjadi mahasiswa, tapi saat itu ia juga menjadi tukang sapu sambil kuliah, tentu.

“Saat itu, saya kuliah sambil nyapu kantor NU, yang menjadi tempat kuliah sebelum UIJ memiliki gedung sendiri. Saat itu, saya masih ingat kantor PMII Cabang Jember juga numpang di kantor NU, menggunakan ruangan yang disekat di bagian belakang kantor NU. Saat itu ketuanya Cak Ali Masykur Musa,” kenangnya.

Baca Juga:  Penghapusan UN untuk Mencegah Penyebaran Covid-19

Sekian tahun UIJ berjalan, dan H Hadi akhirnya menjadi rektor perguruan tinggi almamaternya. Kini UIJ berkembang sedemikian rupa. Bahkan berencana untuk mendirikan Pascasarjana. Hingga di usianya yang ke-37 tahun ini, UIJ sudah mencetak ribuan sarjana. Mereka pun telah menyebar di sejumlah instansi, dan mengabdi di tengah-tengah masyarakat.

Dulu, awal dibuka mahasiswa UIJ hanya 300 orang, namun kini total mencapai 4.217 orang. UIJ mempunyai 7 fakultas dengan 14 program studi. UIJ akan terus mengabdi dengan mencetak lulusan yang qualifide dan mumpuni dengan latar belakang Ahlusssunnah wal Jamaah (Aswaja). Sebagai lembaga milik PCNU Jember, komitmen ke-Aswaja-an UIJ, tak perlu diragakan lagi. Ini juga tercermin dari tagline yang dipakai sekarang: UIJ, dari NU untuk Nusantara.

Reporter: Aryudi AR

Redaktur: Sulaiman

Stop Rokok Ilegal
  • Bagikan
WhatsApp chat