IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Dispertahortbun Sumenep Hadirkan Sekolah Lapang bagi Petani Tembakau di 3 Lokasi

Media Jatim
Dispertahortbun Sumenep memaksimalkan anggaran DBHCHT tahun 2021 dengan menghadirkan sekolah lapang bagi para petani tembakau di tiga lokasi yang ada di Kabupaten Sumenep. (Foto: IST)

MEDIAJATIM.COM | SUMENEP – Anggaran Rp6,7 miliar terbilang sangat besar. Tapi, itu memang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Anggaran tersebut diterima oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sumbernya dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

Anggaran tersebut akan dimaksimalkan untuk mencerdaskan para petani. Yakni, melalui kegiatan sekolah lapang khusus bagi para petani tembakau di Kabupaten Sumenep.

Hal tersebut diakui oleh pihak Dispertahortbun Sumenep. Bahkan, saat ini kegiatan tersebut sudah mulai berjalan secara efektif dan efesien.

“Pemanfaatan anggaran itu salah satunya dengan menggelar sekolah lapang bagi petani tembakau di tiga lokasi,” ujar Kepala Dispertahortbun Kabupaten Sumenep, Arief Firmanto, melalui Kepala Bidang Perkebunan, Suryandari.

Ketiga lokasi yang menjadi objek pagelaran sekolah lapang itu ialah di Kecamatan Guluk-Guluk, Kecamatan Ganding, dan Kecamatan Lenteng.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

“Para petani saat mengikuti sekolah lapang itu diajari bagaimana budidaya tembakau yang baik, mulai dari pemilihan benih, pembibitan, penanganan hama hingga pasca panen,” ujarnya, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga:  Strategi Cerdas Pemkab Sumenep Permudah Pengusaha Rokok Lokal Urus Legalitas

Selain itu, kata Yanda, DBHCHT yang dikucurkan melalui Dispertahortbun juga dialokasikan untuk pembibitan dan pemberian bantuan sarana dan prasarana peningkatan kualitas bahan baku.

“Alokasi DBHCHT di Dispertahortbun Kabupaten Sumenep, tahun ini dibagi dalam dua kegiatan, yakni pengawasan sarana yang output-nya adalah pelaksanaan sekolah lapang, kemudian untuk koordinasi dan sinkronisasi,” paparnya.

Yanda mengungkapkan, sebagian besar dari anggaran DBHCHT di Dispertahortbun sudah terealisasi ke beberapa kegiatan. Namun, juga masih ada yang belum dilaksanakan karena masih menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021.

“Seluruh anggaran DBHCHT itu dipastikan sudah terealisasi sebelum akhir tahun ini. Karena, setelah PAK disahkan, kami akan langsung beraksi kembali,” pungkasnya.

Reporter: Bahrul

Redaktur: Sulaiman