Jaya Hartono: Pecat Andik dari Askab dan KONI Jember!

MEDIAJATIM.COM | JEMBER – Pengeroyokan yang menimpa pelatih Persatuan Sepakbola (PS) Plasma Wuluhan, Rike Manopo saat memimpin anak buahnya bertarung melawan PS Arsenal Kalisat dalam ajang Bupati Cup di stadion Notohadinegoro, Jember, Senin (20/12/2021), memicu desakan bagi Sekretaris Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Jember, Andik Slamet agar mengundurkan diri dari posisinya di Askab PSSI Jember dan KONI Jember.

“Pecat Andik dari Sekretraris Askab dan Bendahara KONI Jember,” desak mantan kapten Persid, Jaya Hartono di kediamannya, Tanggul Jember, Selasa (21/12/2021). Kalimat yang sama juga ia tulis di akun FB miliknya atas nama Jaya Hartono.

Menurut Jaya, sapaan akrabnya, apapun alasannya tidak dibenarkan seorang pengurus Askab PSSI Jember, apalagi posisinya adalah sekretaris, melakukan pemukulan terhadap pelatih klub yang notabene menjadi binaannya di organisasi yang dia pimpin.

“Demi kemajuan persepakbolaan Jember, mari kita lawan arogansi kekuasaan. Mohon maaf, posisi Andik selain di Askab juga di KONI, dan pemilik klub Arsenal Kalisat. Ini rawan terjadi benturan kepentingan, kasus ini buktinya. Begitu juga di KONI, apa dia bisa netral terhadap Cabor lain,” jelas Jaya.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Minta Pertamina Tambah Outlet Pertashop untuk Pesantren

Mantan playmaker Persid dan sejumlah klub sepakbola nasional papan atas itu menegaskan, dirinya punya tanggungjawab moral untuk memajukan sepakbola Jember. Sebab ia punya sejarah dalam perjalanan Persid Jember, yakni berjuang untuk membesarkan klub kebanggaan warga Jember itu.

“Jika sepakbola Jember dikelola dengan arogansi kekuasaan, sulit Persid untuk maju,” tambahnya.

Seperti diektahui, video pengeroyokan Rike Manopo viral di sejumlah platform media sosial. Dalam tayangan video amatir berdurasi 1.01 menit itu, tampak seorang pria (Rike Manopo) berkostum kaos bermotif liris merah putih, mendatangi hakim garis. Namun sejurus kemudian si hakim garis mengejar Rike yang sudah balik badan, dan langsung menghunjamkan tinju ke kepala Rike. Dan terjadilah baku pukul. Tapi selanjutnya oknum berseragam hitam-hitam ikut merangsek ke pinggir lapangan, mengejar Rike dan memukulnya beramai-ramai. Dalam pertarungan yang tidak imbang itu, akhirnya Rike jatuh tersungkur tak berdaya.

Ironisnya, sebelum Rike tersungkur, ada oknum berkaos biru juga ikut menghantam Rike. Orang tersebut adalah Andik Slamet, yang tak lain merupakan Sekretaris Askab PSSI Jember selaku penyelenggara Bupati Cup.

Baca Juga:  Cakra Nusantara: Mayoritas Masyarakat Pacitan Butuh Bantuan Modal Usaha

“Saya terpaksa protes karena wasit tidak adil dalam memimpin pertandingan. Kalau tim lawan melanggar diabaikan, tapi kalau tim kami melanggar langsung dikartu kuning. Banyak sekali kejadiannya. Inilah yang saya protes ke wasit, tapi akhirnya seperti itu,” ujar Rike di kediamannya, Wuluhan, Selasa (21/12/2021).

Rike juga mengungkapkan, hakim garis yang menjotos kepalanya sudah meminta maaf saat ia melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Patrang, Senin (20/12/2021) malam. Ternyata, yang bersangkutan adalah anggota TNI, dan kedatangnnya ke Mapolsek Patrang diantar oleh Polisi Militer.

“Bagi saya, tidak masalah. Berarti dia punya i’tikad baik karena langsung minta maaf. Saya terima maafnya. Ini demi sepakbola Jember yang lebih baik ke depannya. Tapi kalau misalnya, minta maaf setelah viral berita, itu namanya terpaksa,” tambah Rike.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Jember, Tri Sandi Apriana saat dihubungi via aplikasi Whatsapp belum menanggapi. Pesan singkat yang MediaJatim.com kirim belum dibalas meski sudah dibaca.

Reporter: Aryudi AR

Redaktur: A6

WhatsApp chat