Opini  

Pojok Kelakar sebagai Sarana Bermain dan Mengembangkan Bakat Melukis

Oleh: Untung Wahyudi*

Penyebaran coronavirus desiase (Covid-19) yang begitu masif selama dua tahun terakhir berdampak besar bagi dunia kesehatan, ekonomi, pendidikan, wisata, dan kehidupan sosial. Kehidupan normal yang lazim berlangsung di masyarakat harus dibatasi untuk menekan angka penyebaran virus. Virus yang dikenal dengan Corona tersebut telah mengubah banyak hal dalam kehidupan sosial-masyarakat.

Tidak hanya di kota-kota besar, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat juga diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Hal ini menyebabkan kegiatan masyarakat terganggu dan tidak bisa berjalan dengan normal.

Dalam dunia pendidikan, misalnya, sejumlah sekolah harus melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara daring. Hal ini mengakibatkan masalah baru seperti, siswa yang biasanya berangkat ke sekolah harus berada di rumah. Fasilitas belajar yang minim seperti laptop, gawai, dan jaringan internet yang tidak mendukung, menjadi kendala utama tersendatnya proses belajar-mengajar secara daring. Anak-anak pun lebih banyak bermain ketimbang belajar di rumah.

Dua tahun berlalu. Kini, secara perlahan kondisi mulai kembali normal. Namun begitu, efek dari penerapan PPKM masih terasa di masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut, Yayasan Erick Thohir membangun sejumlah sarana publik sebagai upaya pemulihan dampak pandemi. Di antaranya adalah pembangunan Pojok Kelakar, sarana bermain dan taman mural untuk warga Kelurahan Duapuluh Ilir II, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang. Pembangunan sarana ini diharapkan bisa menjadi sarana pemulihan sosial warga setempat.

Baca Juga:  Spirit Tahun Baru Hijriyah 1444 H, Spirit Indonesia Kiblat Peradaban Dunia

Pembangunan Pojok Kelakar sangat bermanfaat sebagai sarana menyalurkan hobi dan bakat anak-anak sekitar, khususnya di bidang melukis. Melukis adalah salah satu media untuk menuangkan bakat seni yang bisa tumbuh dan mengalir dari mana saja, baik anak perempuan maupun laki-laki.

Di Pojok Kelakar, anak-anak warga Kelurahan Duapuluh Ilir II, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, bisa menuangkan hobi dan bakat melukis dengan belajar melukis bersama. Hal ini bisa menjadi tempat pemulihan sosial di mana sebelumnya, anak-anak sekitar hanya bermain yang kurang bermanfaat, terutama selama diterapkan sekolah daring.

Anak-anak yang selama ini kecanduan gawai dengan bermain game online, misalnya, bisa secara pelan-pelan mengalihkan perhatiannya untuk belajar dan melukis bersama teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Mereka bisa belajar melukis dan menuangkan bakat dan imajinasinya dalam lukisan ataupun mural.

Junita Wijayanti, seorang remaja yang memiliki hobi melukis, merasakan manfaat dibangunnya Pojok Kelakar oleh Yayasan Erick Tohir tersebut. Di tempat ini, Junita bisa mengajari anak-anak warga setempat melukis dan berkreasi sehingga menjadi lukisan yang menarik dan estetis. Bukan sekadar corat-coret yang tidak bermanfaat. Di ruang kreasi Pojok Kelakar, Junita dan teman-teman bisa melukis dengan bebas.

Baca Juga:  Hari Kartini dalam Perspektif Dr. Adian Husaini

Membangun Kebersamaan dan Gotong Royong

Salah satu hal penting dibangunnya Pojok Kelakar adalah bagaimana membentuk masyarakat untuk bergotong-royong sehingga, bisa menjadi masyarakat yang saling membantu dan membangun kebersamaan, terutama kehidupan pascapandemi.

Dikutip dari laman YouTube Damai Negeri, Yuyun, Ketua RT setempat, menjelaskan bahwa, Pojok Kelakar juga menjadi sarana bermain dan berolahraga dengan aman dan nyaman bagi anak-anak warga sekitar. Menurut Yuyun, fasilitas yang diberikan ini begitu bermanfaat untuk pemulihan masyarakat setelah sebelumnya diterjang badai pandemi yang mengakibatkan banyak sektor terganggu, termasuk kegiatan masyarakat.

Pojok Kelakar bisa menjadi sarana fasilitas umum yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat dan warga setempat turut merasakan manfaat dan membangun kebersamaan dan gotong royong. Dua hal yang perlu ditanamkan agar kebersamaan dan kehangatan antar-warga tetap terjalin.

Kebersamaan yang senantiasa terjalin diharapkan bisa memulihkan kondisi masyarakat dengan berbagai permasalahan yang begitu kompleks. Mari bangkit sama-sama untuk membangun dan memulihkan negeri dengan kegiatan-kegiatan positif.

*) Untung Wahyudi, lulusan UIN Sunan Ampel, Surabaya.

WhatsApp chat