Presiden Jokowi Pantau Vaksinasi Booster di Rutan Sumenep

MEDIAJATIM.COM | Sumenep – Vaksinasi booster untuk petugas dan warga binaan di Rutan Sumenep Kanwil Kemenkumham Jatim mendapatkan atensi dari Presiden RI Joko Widodo.

Pria yang akrab disapa Jokowi itu meminta agar masyarakat proaktif dalam mencegah penyebaran Covid-19. Yaitu dengan dua cara, percepatan vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan.

Pelaksanaan vaksin dosis ketiga itu digelar hari ini (18/2/2022). Hasil kolaborasi pihak rutan, pemkab, polres serta Dandim 0827 Sumenep.

Kegiatan yang digelar di Aula Rutan Sumenep itu dihadiri oleh Bupati Sumenep Ahmad Fauzi, Plt Kadivpas Kanwil Kemenkumham Jatim Gun Gun Gunawan serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Relawan KN-RMI Minta Presiden Jokowi Reposisi KSP dari Menteri Non Parpol atau Profesional

Presiden Jokowi memantau langsung kegiatan secara virtual.

Fauzi memberikan laporan kegiatan vaksinasi di Rutan Sumenep serta wilayah kabupaten Sumenep kepada Presiden Jokowi.

“Kami berkomitmen melakukan percepatan kegiatan vaksinasi di wilayah kami,” ucap Fauzi.

Sementara itu, Jokowi menyampaikan agar masyarakat proaktif untuk mencegah penyebaran covid-19 varian omicron.

Cukup dengan dua cara. Yaitu dengan percepatan vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Jokowi, pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi kepada seluruh lapisan masayarakat. Terutama lansia dan anak-anak.

Sedangkan Gun Gun menjelaskan bahwa saat ini pihaknya juga sedang mempercepat proses vaksinasi dosis ketiga.

Khususnya untuk pegawai yang selama ini punya akses ke dunia luar dan ke dalam lapas/ rutan.

Baca Juga:  JNE Bantu Dirikan Dapur Umum dan Gratiskan Ongkos Kirim Bantuan Semeru

“Pegawai ini jadi salah satu yang paling rentan menjadi carrier virus, jadi kami utamakan agar meminimalisir penyebaran ke dalam lapas/ rutan,” terang Gun Gun.

Untuk warga binaan, sampai saat ini ada 27.675 penghuni lapas/ rutan di seluruh Jatim.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak dinkes di masing-masing daerah untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga kepada warga binaan.

“Namun kami tetap harus mengikuti kebijakan setiap daerah terkait kapan pelaksanaannya (vaksin dosis ketiga) bagi warga binaan,” terang Gun Gun. (*)

WhatsApp chat