LP Ma’arif NU Pamekasan Launching Komunitas Praktisi Kepala Sekolah Penggerak

MEDIAJATIM.COM | Pamekasan – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan, terus berinovasi untuk mendorong gagasan kreatif, kritis, kolaboratif, dan berkarakter di setiap sekolah. Salah satu inovasi yang dilakukan, yakni dengan melaunching Komunitas Praktisi Kepala sekolah Penggerak, Selasa (21/6/2022).

Mengusung tema “Berkhidmat dan Melepas Kejumudan dengan Merajut Harmoni yang Berkeadaban” itu, dihadiri Dewan Pembina LP Ma’arif NU Pamekasan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Zaini, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Ach. Rifa’i, serta para kepala sekolah swasta di Pamekasan.

Ketua I Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan LP Ma’arif NU Pamekasan Fathor Rozi mengatakan, komunitas praktisi kepala sekolah penggerak, pada dasarnya adalah strategi pelengkap bagi pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Baca Juga:  Mahasiswi HES INSTIKA Ikuti Pelatihan Arah Kiblat

Menurutnya, konsep komunitas praktisi sudah banyak diterapkan di berbagai profesi dan penting pula diterapkan oleh para aktor utama dalam pendidikan dalam hal ini adalah guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

“Kepala sekolah dan guru bisa mencari cara agar anak-anak semakin berkarakter, kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, dan makin terampil memecahkan masalah,” katanya.

Dijelaskannya, selama dua tahun terakhir, dunia pendidikan dibatasi aktivitasnya akibat wabah Covid-19. Oleh karenanya, para kepala sekolah harus secepatnya berbenah untuk menyempurnakan berbagai proses kegiatan belajar mengajar.

“Jadi apa yang menjadi hal baik itu tetap dipertahankan. Bahkan nantinya pada tujuan selanjutnya bagaimana mendorong anggota untuk menyebarkan capaian melalui diskusi dan berbagi,” urainya.

Baca Juga:  SMA Maarif 1 Pamekasan: NUsa Melawan Lupa

Pria yang juga menjabat Ketua Komunitas Urun Rembuk Kepala Sekolah Swasta Pamekasan itu menegaskan, di antara tujuan didirikannya Komunitas Praktisi Kepala Sekolah Penggerak, tidak lain untuk mendorong kepala sekolah dan para guru selalu berinovasi untuk kemajuan pendidikan.

Nantinya kata Rozi, hasil diskusi dan rumusan dari berbagai musyawarah Komunitas Praktisi Kepala Sekolah Penggerak, nantinya akan dijadikan sebagai modul pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi kurikulum terkini, agar bisa menjadi bagian referensi untuk proses pendidikan di sekolah.

“Hasil dari dokumentasi kegiatan dan produksi para anggota nantinya bisa dijadikan bahan modul belajar,” tutupnya. (*)

WhatsApp chat