Resume Reses Nur Yasin, Dapat Penghargaan hingga Ide Pembuatan Omnibus Law

MEDIAJATIM.COM | Jember – Reses yang dilakukan anggota Komisi IX DPR RI, Nur Yasin sudah berakhir 3 hari yang lalu. Ada banyak apresiasi dan catatan positif yang mengiringi masa reses politisi PKB itu selama lebih dua pekan berada di Jember Jawa Timur. Reses kali ini dimulai tanggal 19 Juli hingga tanggal 6 Agustus 2022, dengan menyapa konstituen di 18 titik. Fokus reses adalah sosialisasi pencegahan stunting dan sosialisasi penggunaan obat dengan benar. Tentu ia tidak sendirian, tapi berkolaborasi dengan mitra kerja Komisi IX DPR RI, di antaranya adalah BKKBN, BPOM, dan Kementerian Kesehatan.

Menurut Panglima Laskar Ijo, Gus Rabith Qoshidi, sosialisasi pencegahan stunting dengan melibatkan muslimat NU dan tokoh masyarakat cukup tepat karena bagaimanapun warga NU adalah mayoritas di daerah ini.

“Sasaran sosialisasi, sangat tepat. Selain masyarakat umum, juga ada yang khusus untuk muslimat NU dan pengurus NU, saya kira sudah pas. Tujuannya agar jumlah penderita stunting segera bisa ditekan, termasuk di kantong-kantong NU,” ujarnya kepada awak media ini di kediamannya, Kompleks Pondok Pesantren Nuris Antirogo Jember, Selasa (9/8/2022).

Baca Juga:  Bintang Persib Eksodus ke Madura United, Begini Ceritanya

Reses yang dilakukan Nur Yasin benar-benar dimanfaatkan sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus merealisasikannya. Hal ini diakui oleh Sekretaris PCNU Jember, Abdul Hamid Pujiono. Menurutnya, menampung aspirasi cukup mudah, tapi tidak semua orang bisa mewujudkannya dengan gampang.

“Pak Nur Yasin beda. Beliau tidak hanya pandai menyerap aspirasi, tapi juga bisa memenuhi harapan masyarakat alias merealisasikan aspirasi,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Nur Yasin mengaku hanya menjalankan tugas yang melekat pada dirinya selaku anggota legislatif, yaitu pengawasan, yang di dalamnya termasuk reses. Dengan reses, ia berusaha sungguh-sungguh untuk menurunkan angka penderita stunting di Jember dan Lumajang. Dan tanpa dinyana, usaha itu berbuah manis, yaitu mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

“Pak Nur Yasin kami berikan penghargaan sebagai tokoh yang peduli stunting,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, Suprihandoko.

Baca Juga:  Salah Sebut UU Cipta Kerja dengan UU Cipta Karya, Anggota DPRD Lamongan Mendadak Viral

Bukan tanpa pertimbangan Pemkab Jember memberikan penghargaan kepada Nur Yasin. Pria asli Jember ini sejak sekian tahun lalu sudah rajin menanggulangi stunting, baik dengan sosialisasi pencegahan stunting maupun dengan memfasilitasi penggelontoran bantuan makanan bergizi untuk balita dan ibu hamil, paling sedikit 70.000 paket/tahun.

Bagi Nur Yasin sendiri, reses kali ini tak cuma memberikan sambutan atau menjadi narasumber, tapi juga memunculkan ide-ide cemerlang di benak pendiri PT KOGAS grup itu. Jika berbicara tentang keluarga berencana, kesehatan balita dan sebagainya, maka item-itemnya tak cuma dibahas di BKKBN, tapi juga nyangkut di banyak kementerian yang lain. Dari situlah, akhirnya muncul ide agar peraturan keluarga berencana dan stunting dibuat lebih komprehensif dan integratif.

“Saya punya ide agar untuk pembahasan keluarga berencana dan stunting dibuat omnibus law saja. Insyaallah saya nanti akan ditanyai oleh teman-teman fraksi soal ini, tapi tetap akan saya pertahankan,” ujar Nur Yasin saat reses di Kecamatan Kaliwates Jember.

Reporter: Aryudi A Razaq

Redaktur: Zul

WhatsApp chat