Kekurangan Figur, Direktur Perumdam Tirta Jaya Pamekasan Kembali Diisi Pejabat Sementara

Perumdam Tirta Jaya
(Dok. Media Jatim) Kantor Perumdam Tirta Jaya Pamekasan di Jalan Kabupaten, Kota Pamekasan.

Pamekasan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sudah menggelar seleksi untuk mengisi jabatan Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Jaya pada April 2022 lalu.

Namun, seleksi calon direktur tersebut tidak membuahkan hasil. Peserta yang ikut tidak satu pun dianggap layak. Sesuai dengan pengumuman panitia seleksi bernomor 539/100/432.021/2022.

DLH Pamekasan

Sekretaris Kabupaten (Setkab) Pamekasan, Totok Hartono, menyampaikan, karena seleksi tersebut belum menuai hasil, akhirnya, Direktur Perumdam Tirta Jaya terpaksa harus diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

Posisi Plt ini ditanggungkan kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Muharram. Sebelumnya, posisi ini diisi Sigit Priyono, sebagai pejabat sementara (Pjs).

Baca Juga:  Menko Polhukam RI Hadiri Haul Ronggosukowati ke-492 di Pamekasan

“Untuk sementara Plt dulu, sambil menunggu seleksi selanjutnya, agar kerja perusahaan tersebut bisa tetap berjalan,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Rabu (2/10/2022).

Totok menyebut, seleksi calon direktur ini selanjutnya akan dilaksanakan pada awal 2023 mendatang. Sebab, tidak memungkinkan digelar dalam waktu pendek 2022 ini.

“Harapan kita semua sama, pimpinan Perumdam Tirta Jaya segera terisi, karena kalau tidak segera terisi, sedikit banyak akan mempengaruhi progres ke depan,” harapnya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Ismail, mendesak pemkab untuk segera mencari pengganti kepala definitif sebelumnya, Agoes Bachtiar. Sebab, Perumdam bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Wakil Bupati Pamekasan Minta KP3 Turun Langsung dan Cepat Atasi Kelangkaan Pupuk

“Semua orang butuh air, apalagi daerah yang menggantungkan kebutuhannya ke Perumdam, tentu ini harus segera dapat pengganti, agar dapat teratasi,” ungkapnya, Rabu (2/11/2022).

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pamekasan itu menyebut, bahwa kosongnya direktur definitif ini akan menghambat kemajuan perusahaan.

“Kalau tidak segera diisi, kemungkinan persoalan yang dihadapi akan dapat mempengaruhi kemajuan perusahaan, dan bisa-bisa lama kemudian bangkrut,” pungkasnya.(rif/ky)