Daerah  

Warganet Ramai-Ramai Kritik Desain Landmark Pintu Gerbang Sumenep

Pintu Gerbang Sumenep
(Doc. Instagram @wearesumenep) Pintu Gerbang Sumenep di Perbatasan Pamekasan.

Sumenep — Hari Jadi ke-753 Kabupaten Sumenep tidak hanya ditandai dengan belasan event perayaan seremonial, tetapi juga ditandai dengan “perayaan fisik”.

“Perayaan fisik” ini salah satunya ditandai dengan desain baru landmark pintu gerbang Sumenep di perbatasan Pamekasan.

DLH Pamekasan

Perubahan desain ini menuai banyak kritik setelah diunggah ke instagram oleh akun @wearesumenep, Kamis (3/11/2022). Ada 134 netizen yang berkomentar. Di antara mereka menyoroti desain landmarknya.

“Gak pakai desainer handal, ya, kok, gitu amat desainnya,” kata akun @a.mufrihah. “Pasti editan ini,” kata @bege.production, seolah-olah tidak percaya. “Bagus yang dulu,” terang @dalimateguh.

Baca Juga:  Wisuda Ke-13, Rektor STIT Aqidah Usymuni Sumenep Harap Lulusan Terus Tingkatkan Skill

Selain dikritik warganet, desain gerbang anyar Sumenep ini juga mendapat sorotan dari Sarjana Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jufri Wahyudi.

Warga Kecamatan Bluto itu mengatakan, desain landmark gapura Sumenep ini tampak aneh dan tidak memberikan kesan khusus.

“Gapura itu wajah, yang harusnya memberikan kesan pertama bahwa seperti inilah Sumenep,” terangnya kepada mediajatim.com, Jumat (4/11/2022).

Selain itu, dia mengatakan, tulisan “Sumenep Sumekar” di sisi atas landmark gapura juga tidak estetis. Sebab, spasi huruf ke huruf lain berdempetan dan terkesan dipaksakan.

Baca Juga:  Puskesmas Kamal Peringati HKN Ke-58 dengan Sejumlah Perlombaan, Salah Satunya Lomba Inovasi Penyuluhan

Dia juga menyebut, desain landmark ini seolah-olah dibiarkan seadanya dan tidak disiasati agar tampak lebih elegan. Termasuk, kata Jufri, model landmarknya sendiri.

Jufri memaparkan, ikon keris lebih tepat dipasang di tengah-tengah palang atas gapura tersebut. Sebab, Sumenep dijuluki Kota Keris.

“Bentuknya seperti itu tidak pas, desainnya kurang pas, kurang arsitektural juga,” paparnya.

Dia berharap, proyek gapura ini dievaluasi. Sebab, kurang cocok dengan ikon kuda terbang yang ada di sisi kanan dan kiri gapura.(mj1/ky)