Disdikbud Pamekasan Kekurangan SDM Pengawas, Dua Orang Tangani 53 Sekolah Dasar

Pengawas SD
(Ongky Arista UA/Media Jatim) Sejumlah guru keluar dari ruang PKG Kecamatan Pademawu.

Pamekasan – Jumlah pengawas Sekolah Dasar (SD) di masing-masing kecamatan di Pamekasan jauh dari kata ideal. Misalnya di Kecamatan Pademawu. Dua pengawas menangani 53 SD.

Korwilcam Bidikbud Pademawu Achmad Yunus menerangkan, idealnya, jumlah pengawas ini satu banding sepuluh atau satu pengawas untuk setiap sepuluh sekolah.

DLH Pamekasan

“Aturannya yang bikin sulit, untuk jadi pengawas harus lulus guru penggerak,” terangnya beberapa waktu lalu. “Akhirnya, supervisi oleh pengawas ini juga kurang maksimal,” imbuhnya.

Minimnya SDM pengawas ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Zaini.

“Kelangkaan” SDM ini terjadi lantaran belum adanya rekrutmen pengawas SD sejak 2021 lalu, dan banyak pengawas yang sudah pensiun, dan tidak ada penggantinya.

Baca Juga:  Anggota DPRD Jawa Timur Menduga Data RDKK di Bangkalan Fiktif

“Memang kurang, apalagi yang SMP, pengawas yang ada hanya dua dan harus mengawasi seluruh SMP se-Pamekasan yang jumlahnya hampir 200 sekolah, tentu jauh dari kata ideal,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Selasa (8/11/2022).

Zaini mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, pada 2022 ini Pemkab tidak bisa langsung mengganti pengawas yang sudah pensiun.

“Saat ini pemerintah lebih banyak melakukan pemberdayaan. Penguatan dan peningkatan kualitas kepala sekolah. Upaya ini dilakukan sebagai langkah untuk memberikan bimbingan kepada mereka, untuk tetap mengatur sekolah masing-masing sebaik mungkin,” jelasnya.

Baca Juga:  BEM STEI MM Gelar Pelatihan Jurnalistik

Penguatan kualitas tersebut sebagai upaya untuk memberikan sikap mandiri dalam melaksanakan tugasnya.

Sehingga semua program sekolah bisa diatur dan di-manage oleh kepalanya, dan bisa langsung dieksekusi lebih cepat.

“Sehingga, walaupun jumlah pengawas sedikit tidak akan menjadi kendala dalam meningkatkan mutu pendidikan, karena kasek sudah mengetahui bagaimana membaca lembaga masing-masing menjadi lebih baik,” paparnya.

Mantan Kabag Kesra Setkab Pamekasan itu berharap agar kepala sekolah bisa membawa sekolahnya masing-masing ke arah lebih baik, tanpa menggantungkan kinerja kepada pengawas.

“Dan semua kabupaten di Indonesia juga mengalami demikiran (minim SDM, red), bukan hanya Pamekasan,” pungkasnya.(rif/ky)