Pemkab Sumenep Tidak Miliki Aplikasi Promosi Produk UMKM 

UMKM
(Dok/Media Jatim) Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat menyapa pelaku UMKM di rangkaian Harjad ke-753 Sumenep, Oktober 2022 lalu.

Sumenep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak memiliki aplikasi khusus untuk membantu mempromosikan produk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Salah seorang pelaku UMKM di Sumenep, Detri, mengatakan, dirinya pernah ikut pelatihan pengembangan usaha yang diadakan pemkab setempat. Akan tetapi, hingga saat ini tidak ada aplikasi yang bisa digunakan untuk mempromosikan produk hasil olahannya.

DLH Pamekasan

Meskipun begitu, dia mengungkapkan, tidak pernah patah semangat. Pihaknya memilih mempromosikan produknya secara mandiri, baik melalui offline maupun online.

“Pernah diajari cara mengembangkan usaha. Kalau promosi bikin sendiri lalu di-upload di sosial media,” jelas pemilik usaha keripik tersebut, Jumat (11/11/2022).

Detri menganggap, aplikasi promosi produk bisa berfungsi dua arah. Selain membantu pelaku UMKM, juga dapat mempermudah masyarakat yang ingin mencari produk asli Sumenep.

Baca Juga:  Partai UKM Indonesia, Rumah Kaum Nasionalis Inklusif

Sedangkan, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Chainur Rasyid mengakui bahwa memang belum ada aplikasi khusus untuk membantu mempromosikan produk UMKM.

“Sementara, kami kerja sama dengan aplikasi kurir Ceode untuk bantu promosi produk para pelaku usaha,” terangnya.

Pria yang karib disapa Inong itu menambahkan, pelaku usaha yang masuk paguyuban pedagang memang disarankan daftarkan produknya ke aplikasi kurir.

“Di sana, selain membantu promosi, juga bantu penjualan,” imbuhnya.

Disebutkan, sejauh ini Pemkab Sumenep hanya membantu pengembangan usaha melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), berupa pelatihan dan studi banding. (mj1/zul)