PCNU Pamekasan Dorong Penuh Kemandirian Pesantren dengan Program Santri Agripreneur

PCNU Pamekasan
(Dok. Media Jatim) Kerja sama multipihak dan distribusi 500 pak bibit padi hibrida Program Santri Agripreneur PCNU Pamekasan, Jumat (25/11/2022).

Pamekasan — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan menginisiasi Program Santri Agripreneur sejak Oktober 2021 lalu.

Inisiasi yang berbentuk Santri Penggerak melalui Wadah Duta Agripreneur ini sebagai upaya untuk membentuk kemandirian pesantren ke depan.

DLH Pamekasan

Untuk mewujudkan ini, PCNU Pamekasan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Kemenag setempat.

Kepala Lembaga Pengembangan Pertanian Pengurus Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pamekasan KH. Ilzamuddin menyampaikan, bahwa program ini bertujuan mendorong kemandirian pesantren melalui pertanian.

“Pesantren juga sering diidentikkan dengan lembaga minta proposal, maka dengan program ini saya tegaskan, pesantren itu mandiri,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Jumat (25/11/2022).

Selain itu, dalam program tersebut para santri juga akan diberikan pelatihan agar bisa mengetahui cara bertani yang benar dan berbeda dari lainnya.

Baca Juga:  PCNU Pamekasan Bersiap Bangun Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi

Pada musim tanam tahun ini, PCNU Pamekasan medistribusikan 500 pak bibit padi hibrida untuk tujuh pesantren binaan.

“Saya harap para santri bisa memaksimalkan program tersebut, hingga bisa menyerap ilmu dan juga menerapkan nanti ketika di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ketua PCNU Pamekasan KH. Taufik Hasyim menilai, program tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan santri ke depan.

“Santri nantinya tidak hanya mampu di bidang agama, namun juga siap menatap masa depan dengan cerdas,” ungkapnya, Jumat (25/11/2022).

Kiai Taufik juga menilai program tersebut sejalan dengan pandangan NU yang mendorong para santri juga ikut berpartisipasi dalam membangun ekonomi masyarakat, khususnya di bidang pertanian.

Baca Juga:  NU Dukung Penuh Langkah Pemerintah Pamekasan Tutup Tempat Hiburan Karaoke

Terpisah, Kabid Produksi Pertanian DKPP Pamekasan Achmad Suaidi menyebut program ini sejalan dengan harapan DKPP, yaitu mendorong tumbuhnya petani mileneal.

“Jumlah petani sudah sangat berkurang, maka dengan program tersebut diharapkan mampu menarik dan melahirkan generasi petani ke depan,” ungkapnya.

Pelaksanaan program Santri Agripreneur ini akan terus meluas ke sejumlah pesantren di 13 kecamatan di Pamekasan.

Selanjutnya, akan ada distribusi sebanyak 2.000 bibit jeruk, 600 bibit alpukat, 1.000 bibit pisang dan beberapa hewan ternak sebagai sarana belajar santri di sektor pertanian dan pangan.

“Saya harap program ini terus berlanjut, karena sangat mendukung terhadap visi pemerintah,” pungkasnya.(rif/ky)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *