Kopri Rayon Saptawikrama Tutup Rangkaian Peringatan Harlah ke-55 dengan Talkshow

Harlah Kopri
(Dok. Media Jatim) Ketua IKA PMII IAIN Madura Mustajab Mansyur (kanan) saat menjadi narasumber pada talkshow dalam rangka Harlah Kopri ke-55, di Mandhapah Agung Ronggosukowati, Sabtu malam (26/11/2022).

Pamekasan — Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-55, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Rayon Persiapan Saptawikrama IAIN Madura menggelar talkshow di Mandhapa Agung Ronggosukowati, Sabtu malam (26/11/2022).

Talkshow yang merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan peringatan Harlah Kopri itu membahas “Intensitas Perempuan di Balik Kacamata Pergerakan”. Panitia¬†mendatangkan dua narasumber, Mustajab Mansyur dan Zuyyinah Salim.

iklan

Sebelumnya telah dilaksanakan bermacam kegiatan, di antaranya bakti sosial, lomba orasi, tari tradisional, dan membuat essai.

Ketua Kopri Rayon Persiapan Saptawikrama IAIN Madura Serly Hikmatus Sa’adah mengatakan, tujuan dari rangkaian kegiatan tersebut untuk mempererat tali silaturahim dan mengasah atau memfasilitasi bakat dari anggota Kopri.

Baca Juga:  LAZISNU Sumenep Bantu Pembangunan Musholla

“Harapannya Kopri lebih aktif, produktif, dan menjadi solusi dalam setiap permasalahan di negeri ini,” ujar saat ditemui mediajatim.com usai kegiatan talkshow berlangsung.

Sementara Ketua PMII Rayon Persiapan Saptawikrama IAIN Madura mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Kopri tersebut. Menurutnya, ini bagian dari langkah yang tepat untuk menghidupkan kembali PMII Rayon Persiapan Saptawikrama yang sempat mati suri.

“Semoga terus konsisten ke depannya,” tegasnya.

Sedangkan, Ketua IKA PMII IAIN Madura Mustajab Mansyur, sebagai narasumber menjelaskan, pengembangan bakat dalam sebuah organisasi itu sangat diperlukan. Baik melalui kajian, diskusi, ataupun lainnya.

Baca Juga:  DPP Organisasi Pergerakan Mahasiswa Gelar Pendidikan Demonstran

Sehingga, kata Mustajab, gender equality atau kesetaraan gender yang sering dibahas di banyak forum, tidak hanya menjadi konsep semata, namun juga diaplikasikan.

“Entah karena ruangnya yang tidak ada, atau ruangnya ada tapi tidak disambut baik,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan, perempuan harus memiliki kemandirian dalam empat hal, yaitu finansial, emosional, fisik, dan intelektual.

Selain itu, perempuan dituntut untuk berani menyampaikan pendapat. “Perempuan sukses adalah perempuan yang bisa mengemukakan ide-idenya,” pungkasnya. (*/zul)