Dianggap Hanya Buang-Buang Anggaran, DPRD Bangkalan Tolak Usulan Aplikasi e-Kinerja

DPRD Bangkalan
(Dok. Media Jatim) Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi.

Bangkalan — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan menolak usulan Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) tentang pengadaan dan pemberlakuan aplikasi e-Kinerja.

Aplikasi itu rencananya akan digunakan dalam menilai kinerja pegawai di bawah lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan pada tahun 2023.

iklan

Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi menganggap penilaian kinerja pegawai menggunakan aplikasi itu tidak akan efektif. Sebab, kepala dinas tetap akan mengedepankan kasihan.

Jika dipaksakan, kata Mahmudi, itu akan hanya membuang-buang anggaran.

“Tidak usah e-Kinerja, kalau nanti ujung-ujungnya alasan kemanusiaan,” katanya kepada mediajatim.com, Jumat (2/12/2022).

Menurut politisi Partai Hanura itu, penilaian berbasis kasihan tersebut tidak tepat diterapkan dalam lingkungan pemerintahan. Sebab, hasil dan capaian kinerja yang sebenarnya menjadi tidak terlihat.

Baca Juga:  Landmark Pintu Gerbang Sumenep Didesain Pegawai DLH, Anggaran Nambah Rp170 Juta

“Kalau penilaiannya berdasarkan rasa kasihan, maka Bangkalan akan sulit maju,” tegas Mahmudi.

Sementara Kepala BKPSDA Bangkalan Agus E Leandy mengungkapkan, pengawasan terhadap pegawai berbasis elektronik atau menggunakan aplikasi e-Kinerja akan mampu menilai kinerja dan capaian kerja pegawai secara terintegrasi.

“Makanya kami usulkan pengadaan e-Kinerja ini,” jelasnya, Jumat (2/12/2022).

Agus menambahkan, selama ini penilaian kinerja hanya dilakukan kepala dinas melalui analisa jabatan dan beban kerja saja. Akan tetapi, BKPSDA tidak mengetahui hasilnya, karena hanya ditangani dinas masing-masing.

“Soal kinerja ini kepala dinas yang tahu, makanya ini tidak terintegrasi,” tukasnya. (hel/zul)