Ra Abbas Kisahkan Seorang Sahabat yang Ingin Jatuh Miskin, Tapi Justru Jadi Sultan Lantaran Memborong Kurma Busuk

Lora Abbas
(Dok. Banyuanyar Official) Ra Abbas Katandur.

Pamekasan — Ada seorang sahabat Nabi Muhammad saw. yang bosan kaya. Gelimang harta yang dimilikinya sejak menjadi pedagang sukses, membuatnya sangat ingin merasakan jatuh miskin.

Kemudian, ada langkah besar yang dilakukannya agar menjadi bangkrut. Namun langkah itu justru membawanya menjadi seorang yang kaya raya–sultan sebutan orang sekarang.

iklan

“Dia bernama Abdurrahman bin Auf,” ungkap Ra Abbas Katandur saat mengisi tausiah dalam peresmian Bawang Mas Center (BMC) Republik Indonesia di Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Senin (5/12/2022) malam.

Pada masa Nabi Muhammad saw., terang Ra Abbas, Abdurrahman bin Auf menyedekahkan separuh hartanya. Sebab, kekayaan yang dimilikinya justru menjadi suatu kekhawatiran baginya. Bahkan, sahabat Nabi ini sempat berusaha keras untuk menjadi orang miskin.

Suatu waktu, cerita Ra Abbas, Abdurrahman bin Auf mendapatkan kabar banyaknya kurma busuk. Tak sedikit pedagang kurma frustasi. Bagi mereka saat itu, kemiskinan sudah di depan mata.

Baca Juga:  Hari Ini, RSUD Pamekasan Pulangkan Pasien Positif Corona

Saat kesedihan melanda seluruh pedagang kurma, Abdurrahman bin Auf datang bak “malaikat”.

Dia memborong semua kurma busuk tersebut dengan harga sama dengan kurma berkualitas tinggi.

Bagi para pedagang, Abdurrahman bin Auf adalah pahlawan. Tapi bagi sahabat yang dikenal pedagang hebat itu, penilaian tersebut sama sekali tak berarti. Bahkan, dirinya merasa justru para pedagang itulah sang pahlawan. Sebab, bisa mewujudkan misinya untuk hidup miskin.

Usai memborong semua kurma busuk dengan nyaris menghabiskan seluruh hartanya, Abdurrahman bin Auf bisa bernapas lega. Kemiskinan yang didambakannya sudah dalam genggaman.

Namun, sesaat kemudian, genggamannya terbuka dengan sendirinya. Kemiskinan yang sudah direngkuh Abdurrahman bin Auf lepas seketika.

“Kalau Allah Swt. sudah menakdirkan seseorang kaya, maka dia tetap akan kaya,” ungkap Ra Abbas.

Baca Juga:  Menang Atas PS Kota Pahlawan, Manajer Persepam Sebut Kado Hari Jadi Pamekasan

Ra Abbas melanjutkan kisahnya. Beberapa hari usai Abddurahman bin Auf memborong kurma busuk, di Yaman diterpa wabah; penyakit ganas mudah menular.

Setelah diteliti, ternyata obat dari penyakit tersebut adalah kurma busuk. Orang-orang pun mencarinya. Tapi, yang ada hanyalah kurma-kurma bagus yang butuh waktu lama agar bisa busuk.

Setelah Raja Yaman tahu Abdurrahman bin Auf punya banyak kurma busuk, akhirnya dibeli dengan harga sepuluh kali lipat.

“Abdurrahman bin Auf pun gagal miskin. Bahkan, beliau menjadi sultan yang kian bergelimang harta,” kata Ra Abbas.

Dalam kesimpulannya, Ra Abbas menegaskan, meskipun menjadi sahabat nabi terkaya, Abdurrahman bin Auf tetap gemar bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Dirinya tidak segan-segan dalam menggelontorkan hartanya di jalan kebaikan.(*/nam)