Inilah Para Pihak yang Berperan Penting Mendorong Kemandirian Pesantren Melalui LPPNU Pamekasan

LPPNU Pamekasan
(Dok. Media Jatim) Distribusi 500 pak bibit padi hibrida oleh LPPNU Pamekasan pada 25 November 2022.

Pamekasan — Program Pesantren Agripreneur dan Regenerasi Petani Melalui Duta Agripreneur Santri LPPNU Pamekasan mendapat apresiasi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada ajang PWNU Jatim Award 2022.

Dua kegiatan yang menjadikan santri sebagai subjek atau pemeran aktif tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi pesantren dalam sektor pertanian.

iklan

Tujuannya, pesantren-pesantren yang tersentuh program LPPNU Pamekasan ini menjadi mandiri dan bangkit dari ketergantungan finansial kepada pihak-pihak lain melalui bidang pertanian.

Ketua LPPNU Pamekasan KH. Ilzamuddin menerangkan, program Pesantren Agripreneur ini bedampak positif.

Baca Juga:  PCNU Pamekasan Angkat Bicara Soal Rumah Ibunda Mahfud MD Digeruduk Massa

“Bukan hanya memberdayakan santri namun juga lembaga pesantrennya, sehingga bisa mandiri melalui pertanian,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Senin (12/12/2022).

Kiai Ilzam menyebut, ada sejumlah pihak yang telah ikut menyukseskan program LPPNU Pamekasan sehingga mampu tembus PWNU Jatim Award 2022.

Di antaranya, PCNU Pamekasan sendiri, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), dan Kementerian Agama (Kemenag) selaku lembaga yang membawahi pesantren.

“Arahan Ketua PCNU Pamekasan KH. Taufik Hasyim juga sangat membantu kami dalam program tersebut, sehingga dapat berjalan sejauh ini,” paparnya.

Selain mereka, kata Kiai Ilzam, peran Sekretaris LPPNU Pamekasan Tabri Syaifullah Munir juga tidak bisa disepelekan.

Baca Juga:  Presma STAI-MU Minta Polisi Serius Tangani Kasus Pelecehan Kiai Mudatstsir

Dia menyebut, sosok Tabri layak diacungi jempol karena sangat aktif mendorong jalannya program kemandirian pesantren ini.

“Di samping menjadi Ketua PWI Pamekasan, Mas Tabri juga berpengalaman di bidang pertanian meskipun bukan sarjana pertanian, tapi dia sangat peduli terhadap kemandirian pesantren melalui pertanian,” pungkasnya.(rif/ky)